EKOBISHEADLINE

Sri Mulyani: Kartu Prakerja Strategi Jangka Pendek Atasi PHK

×

Sri Mulyani: Kartu Prakerja Strategi Jangka Pendek Atasi PHK

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ist

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Menteri Keuangan†Sri Mulyani†mengakui tingkat pengangguran akan meningkat sebagai dampak pandemi†virus corona. Namun, ia mengklaim pemerintah menyiapkan†kartu prakerja†sebagai strategi jangka pendek.

Menurut Ani, sapaan akrabnya, pemerintah menyiapkan anggaran kartu prakerja sebesar Rp20 triliun untuk 5,6 juta pekerja terdampak. Kartu ini bisa membantu pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau kehilangan pendapatan.

“Belum termasuk BPJS yang masih memiliki uang iuran perusahaan. Ini bisa memberikan benefit kepada masyarakat yang terkena PHK. Dalam hal ini safety net untuk pekerja ada di situ,” ungkapnya, Selasa (14/4).

Baca Juga :  Kalla Toyota Hadirkan Program Amayzing Service: Diskon Service Hingga Rp700 Ribu

BACA JUGA:

Sementara untuk jangka panjang, menurut Ani, harus memperbaiki daya tahan usaha dan meningkatkan daya tarik ekonomi di Indonesia.

Baca Juga :  Sempat Vakum, Kalla Toyota Helat Fleet Customer Perdana di Kendari

“Jika kita fokus reform dan menjaga dampak covid-19. Minimal, mungkin Indonesia bisa dianggap sebagai negara yang memiliki potensi menarik modal atau investasi untuk memperbaiki dunia usaha,” paparnya.

Bendahara negara mencontohkan Jepang yang akan merealokasi investasi dari China ke negara lain. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk iklim investasi RI.

“Kita melakukan langkah-langkah membuat kondisi ekonomi baik dan menarik investasi,” terang Ani.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan mencapai 2,8 juta. Jumlah tersebut berasal dari pekerja formal dan nonformal. 

Baca Juga :  Rangkaian Lomba Ramaikan Hari Bhayangkara ke-76

Berdasarkan data Kemenaker, 212.394 pekerja dari sektor formal terkena PHK. Kemudian, pekerja formal yang dirumahkan sebanyak 1.205.191 orang. Dari sektor nonformal, Kemenaker mencatat sekitar 282 ribu orang tak memiliki penghasilan.

Sementara itu, berdasarkan data BPJamsostek, pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK mencapai 454 ribu orang dari sektor formal, dan 537 ribu orang sektor nonformal. Adm

Sumber: cnnindonesia.com
Judul: https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20200414140416-532-493409/sri-mulyani-kartu-prakerja-strategi-jangka-pendek-atasi-phk

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x