LAJUR.CO, KENDARI – Suasana hangat terlihat di halaman SMAN 2 Kendari ketika ribuan siswa, guru, dan orang tua berkumpul menerima Bantuan Pendidikan Tahap II Tahun 2025 dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka. Program ini adalah bagian dari PENGGARIS (Perlengkapan Seragam dan Sekolah Gratis), salah satu program prioritas yang dirancang untuk memperkuat pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah Sultra.
ASR menegaskan pembangunan sumber daya manusia adalah fondasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Pendidikan adalah pondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan. Bantuan ini adalah investasi bagi masa depan Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Ribuan Siswa dan Puluhan Sekolah Terima Bantuan
Pada tahap pertama, Pemprov Sultra menyalurkan seragam sekolah putih abu-abu dan seragam olahraga masing-masing sebanyak 12.750 pasang kepada para siswa.
Selain itu, fasilitas belajar di berbagai sekolah juga turut diperkuat melalui penyerahan 30 unit smartboard interactive untuk tiga sekolah, 285 unit komputer untuk 18 sekolah, serta 27 set alat laboratorium IPA untuk 27 sekolah. Dukungan terhadap kegiatan pendidikan jasmani diberikan melalui pengadaan 25 set peralatan PJOK untuk 25 sekolah.
Fasilitas ruang belajar juga mendapat perhatian lewat pengadaan mebel untuk 80 ruang kelas, yang terdiri atas 66 ruang bagi 17 sekolah dan 14 ruang bagi 14 sekolah lainnya.
Tak hanya itu saja, Gubernur ASR menyerahkan 5.000 pasang seragam putih abu-abu untuk memperluas cakupan penerima manfaat.
Sebanyak 73 sekolah juga ditetapkan menerima bantuan rehabilitasi gedung, dan tiga di antaranya akan dikembangkan menjadi sekolah unggul transformasi, sebuah langkah yang menandai upaya modernisasi fasilitas pendidikan di daerah.
Mengurangi Beban Orang Tua, Memperkuat Akses Pendidikan
Diwawancarai Lajur.co belum lama ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Prof Aris Badara menyebut, Program Penggaris merupakan prioritas utama Gubernur ASR sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Anoa. Saat pertama kali menjabat, ASR menegaskan layanan publik di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur akan mendapat perhatian utama dari pemerintah.
Program PENGGARIS sendiri menjadi relevan di tengah fakta bahwa biaya pendidikan non-SPP seperti seragam, alat tulis, dan penunjang belajar menjadi salah satu komponen yang sering memberatkan keluarga berpenghasilan rendah.
Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan dapat mencapai 10–20% dari total belanja keluarga menengah ke bawah, terutama pada tahun ajaran baru. Meski angka tersebut berbeda-beda tiap daerah, bantuan berupa seragam dan fasilitas sekolah terbukti mampu mengurangi tekanan ekonomi secara signifikan dan meningkatkan angka kehadiran siswa.
Dengan pendekatan ini, Pemprov Sultra berharap pemerataan kualitas pendidikan tidak hanya dirasakan sekolah perkotaan, tetapi juga sekolah-sekolah di wilayah pelosok yang selama ini kekurangan fasilitas pendukung belajar.“Gunakan, jaga, dan rawat bantuan ini dengan baik. Semoga bisa menjadi penyemangat kalian untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” pesan Purnawirawan TNI itu.
Program PENGGARIS menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak di Sulawesi Tenggara dapat mengakses pendidikan yang layak, merata, dan manusiawi sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah. Program tersebut masuk dalam daftar prioritas pembangunan dicanangkan ASR-Hugua diumumkan keduanya sesaat usai pelantikan di Istana Negara pada Januari 2025. Adv




