LAJUR.CO, KENDARI – Universitas Halu Oleo (UHO) dan Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) resmi menekankan Nota Kesepahaman (MoU) yang membahas tentang transformasi hukum berbasis ekologis.
Kesepakatan tersebut berlangsung di Gedung Rektorat UHO pada (25/02/2025). Sebagai langkah strategis dalam mendorong reformasi hukum lingkungan dan kelautan di Indonesia.
IOJI sendiri merupakan lembaga think-tank dan advokasi kebijakan independen yang berfokus pada perwujudan tata kelola laut yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan naskah MoU oleh Pelaksana tugas (Plt.) Rektor UHO, Dr. Herman, dan Chief Executive Officer (CEO) IOJI, Mas Achmad Santosa.
Dr. Herman mengungkapkan, kolaborasi berfokus pada transformasi paradigma hukum dari yang semula bersifat berpusat pada manusia (antroposentris), menuju kepada kerangka ekologis yang menempatkan keberlanjutan sistem bumi sebagai fondasi utama.
“Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis ekologis global, termasuk perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, serta meningkatnya pencemaran di laut yang mengancam keberlanjutan kehidupan,” ucap Dr. Herman.
Dalam implementasinya, kemitraan yang berlaku selama lima tahun mencakup penguatan pendidikan dan kurikulum, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran akademik.
Melalui sinergi ini, kedua pihak berkomitmen untuk memperkuat Tridharma perguruan tinggi serta mendorong reformasi hukum lingkungan dan kelautan.
Sumber : Humas UHO
Laporan : Ika Astuti





