LAJUR.CO, KENDARI – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mendorong penggunaan genteng sebagai material utama atap bangunan di Kota Kendari. Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan dengan pembangunan agar tidak lagi menggunakan seng dan beralih ke genteng.
Kebijakan terbaru tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Kendari terhadap program Gentengnisasi yang diusulkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari gerakan nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Setiap dinas yang berhubungan dengan pembangunan agar melakukan perencanaan sehingga seluruh pembangunan wajib menggunakan genteng dan tidak lagi memakai seng, demi mendukung program gentengnisasi,” ujar Siska, Rabu (4/2/2026).

Menurut Siska, program gentengnisasi bertujuan menekan dampak pemanasan global sekaligus menciptakan lingkungan bangunan yang lebih sejuk, nyaman, sehat, dan berkelanjutan. Genteng dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan seng yang cenderung menyerap panas.
Untuk penerapannya di Kendari, Siska memilih warna terakota sebagai standar genteng. Warna tersebut dinilai selaras dengan karakter Kota Lulo serta mendukung estetika tata kota.
Tak hanya fokus pada aspek lingkungan, kebijakan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Siska mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam produksi genteng, mengingat ketersediaannya di Kendari masih sangat terbatas.
“Mulai sekarang saya ingatkan masyarakat, siapa yang mau memproduksi genteng. Karena saya lihat di Kendari ini masih kurang, bahkan hampir tidak ada yang memproduksi,” ungkapnya.
Siska menegaskan, program gentengnisasi merupakan kebijakan pemerintah yang difokuskan untuk bangunan milik pemerintah. Meski begitu, pemerintah daerah terbuka apabila masyarakat ingin ikut menerapkan penggunaan genteng pada rumah pribadi.
“Kalau ada masyarakat yang ingin mengikuti program ini dengan menggunakan genteng, tentu kami sambut dengan senang hati. Ini memang atensinya untuk mengurangi side effect pemanasan global,” kata Siska.
Dengan dorongan tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap program gentengnisasi tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian lokal.
Laporan: Ika Astuti




