LAJUR.CO, KENDARI – Kinerja sektor pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren melemah menjelang akhir tahun 2025. Fakta tersebut terlihat dari data okupansi hotel berbintang di Sultra yang mengalami penurunan cukup tajam pada November 2025.
Data perkembangan pariwisata Sultra dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra pada awal Januari 2026 lalu menyebutkan, tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Bumi Anoa pada November 2025 tercatat sebesar 41,68 persen
Kepala BPS Sultra, Andi, mengungkap tingkat okupansi hotel yang hanya mencapai 41,68 persen turun 4,66 poin dibandingkan Oktober 2025 yang masih berada di level 46,34 persen.

Selain okupansi, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang di Sultra juga mengalami kontraksi. Pada November 2025, tamu hotel tercatat rata-rata menginap selama 1,17 malam, turun tipis dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 1,18 malam.
Kondisi tersebut mengindikasikan sebagian besar tamu hotel hanya melakukan kunjungan singkat, baik untuk kepentingan bisnis, pemerintahan, maupun perjalanan transit.
Masih dari data BPS Sultra, komposisi tamu hotel selama November 2025 tetap didominasi wisatawan domestik. Secara tahunan (year on year/yoy), wisatawan domestik mencapai 98,4 persen dari total tamu yang menginap di hotel berbintang di Sultra.
Sementara itu, wisatawan mancanegara mengalami peningkatan sebesar 1,06 persen, meskipun kontribusinya terhadap total okupansi hotel masih relatif kecil.
Angka okupansi hotel sendiri menjadi catatan penting bagi sektor pariwisata Sultra yang memiliki sejumlah destinasi unggulan, seperti Wakatobi, Pulau Bokori, Pantai Toronipa, dan kawasan wisata bahari di wilayah Buton Raya.
Menurut BPS, fluktuasi okupansi hotel umumnya dipengaruhi oleh musim kunjungan wisata, agenda kegiatan pemerintahan, aktivitas MICE (meeting, incentive, convention, exhibition), serta kondisi ekonomi masyarakat. Adm





