BERITA TERKINIHEADLINE

UHO Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru, Jumlah Profesor Tembus 161 Orang

×

UHO Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru, Jumlah Profesor Tembus 161 Orang

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menambah jumlah profesor. Sebanyak delapan Guru Besar dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Auditorium Mokodompit, Kampus Hijau UHO, Senin (9/2/2026).

Delapan Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari sejumlah fakultas. Dari Fakultas Pertanian (FP), yakni Prof. Rachmawati Hasid, Prof. Fransiscus Suramas Rembon, dan Prof. Anas Nikoyan. Dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dikukuhkan Prof. Akhmad Marhadi, sementara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ada Prof. Wali Aya Rumbia.

Adapun dari Fakultas Teknik (FT), UHO mengukuhkan tiga profesor baru, masing-masing Prof. Lucas Kano Manggala, Prof. Ahmad Syarif Sukri, dan Prof. Sudarsono.

Baca Juga :  Asmo Sulsel Helat Scoopy Girls Match & Style di Makassar

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, menyampaikan pengukuhan Guru Besar memiliki makna penting sebagai bentuk pengakuan atas capaian akademik, pemberian otoritas keilmuan, sekaligus peningkatan tanggung jawab moral dan intelektual.

“Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di universitas. Raihan ini tidak mudah dan tidak murah. Dari lebih 1.600 dosen di UHO, tidak semua dapat mencapai jenjang profesor,” ujar Dr. Herman.

Hingga saat ini, jumlah Guru Besar aktif di Universitas Halu Oleo mencapai 161 orang. Selain itu, terdapat 11 dosen lainnya yang masih menunggu Surat Keputusan (SK) pengangkatan, sehingga total Guru Besar UHO ke depan akan menjadi 172 orang, tersebar di 14 fakultas dengan berbagai bidang keilmuan.

Baca Juga :  Leader Baru GenBI Sultra La Ode Rahmad Faizal: Fokus Literasi Keuangan & Pengabdian Masyarakat

Dr. Herman menambahkan, sebagai Plt Rektor, dirinya mendapat mandat untuk meningkatkan proporsi Guru Besar hingga 10 persen dari total dosen UHO.

“Alhamdulillah, capaian kita saat ini sudah berada di angka 11,4 persen, melampaui target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Ke depan, UHO menargetkan memiliki 200 hingga 250 Guru Besar sebelum tahun 2030 sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia dan reputasi akademik perguruan tinggi.
Dosen Fakultas Hukum itu juga berpesan kepada para Guru Besar yang baru dikukuhkan agar tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik semata, melainkan terus berkontribusi nyata melalui karya ilmiah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga :  Naik ke Level Global, Prodi Pendidikan Matematika & Biologi UHO Raih Akreditasi Internasional ASIIN

“Guru Besar harus menghasilkan lebih banyak karya. Semakin luas ilmu itu dimanfaatkan oleh masyarakat, maka semakin bermakna pula predikat profesor tersebut,” tegasnya.

“Karena itu, jangan berhenti pada gelar profesor saja. Teruslah berkarya—berkarya dan berkarya—untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia,” pungkas Dr. Herman.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x