BERITA TERKINIKESEHATANNASIONAL

Hati-Hati! Makan Buah Potong Hingga Sushi Bisa Picu Keracunan Makanan

×

Hati-Hati! Makan Buah Potong Hingga Sushi Bisa Picu Keracunan Makanan

Sebarkan artikel ini
Hati-Hati! Makan Buah Potong Hingga Sushi Bisa Picu Keracunan Makanan
Ilustrasi Sushi. Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Tanpa disadari, sejumlah makanan yang kerap dikonsumsi sehari-hari bisa menyebabkan keracunan makanan. Mulai dari sushi, buah potong, hingga daging yang kurang matang.

Terlepas dari popularitas sebuah makanan, ada beberapa yang konsumsinya perlu diperhatikan. Sekalipun makanan tersebut nikmat, belum tentu baik dikonsumsi.

Sejumlah makanan, bahkan hampir semua makanan sebenarnya bisa berisikob menyebabkan keracunan. Keracunan tersebut dapat terjadi akibat kontaminasi mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, parasit, hingga zat kimia beracun.

Namun ada beberapa makanan yang memang berisiko lebih tinggi. Oleh karena itu, para pakar keamanan mengungkap mereka menghindari beberapa jenis makanan tersebut.

Dilansir dari thehealthy.com (22/5/2020), berikut 5 daftar makanan yang dihindari pakar keamanan.

1. Tiram mentah

Oyster atau tiram mentah merupakan salah satu makanan yang dikenal mewah, tetapi punya banyak penggemar. Banyak orang suka karena rasanya segar dan unik dengan tekstur kenyal. Biasanya tiram mentah disajikan dengan lemon dan saus untuk menonjolkan rasa gurih alaminya.

Meksipun lezat, pakar keamanan pangan Jeff Nelken tidak mengonsumsinya. Ia mengungkap pada waktu tertentu dalam setahun, tiram dapat terkontaminasi dan risikonya menjadi lebih besar.

Baca Juga :  Rekomendasi Tanaman Rambat Menambah Keasrian Rumah, Berkembang Baik di Tempat Minim Cahaya

Menurutnya lebih aman jika tiram tersebut dimasak hingga suhu interval 63 derajat celcius, sehingga bakteri apa pun akan mati.

Jika tetap ingin mengonsumsi yang mentah, Jeff Nelken meminta untuk selalu memastikan tiram tersebut berasal dari daerah dan produsen yang terpecaya.

2. Buah potong

Beberapa supermarket atau penjual menawarkan buah dalam bentuk sudah dipotong. Memang buah potong lebih mudah dan nikmat dikonsumsi, tetapi risiko keracunan makanannya lebih tinggi.

Buah yang sudah dipotong memicu keracunan makanan karena hilangnya lapisan pelindung (kulit) buah, yang membuat daging buah terpapar udara, kelembapan, dan lingkungan sekitar secara langsung. Kondisi itu memudahkan bakteri, seperti Salmonella, E.Colli, atau Listeria untuk berkembang biak, terutama jika alat potong atau wadahnya tidak higienis.

Menurut Nelken, semua produk segar harus dicuci dan disanitasi terlebih dahulu sebelum dipotong. Sebab, beberapa buah lebih mudah tertempel bakteri.

Pakar Nelken mencontohkan buah melon yang kulit luarnya sangat mudah tertempel bakteri dan buahnya lebih sering diletakkan di atas tanah.

3. Produk susu atau keju mentah

Produk susu dan juga olahannya, seperti keju memang sangat populer. Biasanya produk tersebut langsung dimakan begitu saja atau dijadikan bahan tambahan pada beberapa masakan.

Baca Juga :  Astra Motor Sulsel Rawat Kebersamaan Komunitas Lewat Honda Bikers Motour Camp 2026

Kalau dijadikan bahan tambahan atau dikonsumsi dalam bentuk sudah dipasteurisasi, makanan-makanan ini mungkin aman dikonsumsi. Tetapi bagaimana jika dikonsumsi dalam keadaan mentah?

Produk mentah tersebut dapat terinfeksi bakteri, seperti Listeria, E.Colli, atau Salmonella yang membahayakan kesehatan tubuh. Hal ini disebabkan karena tidak melalui proses pateurisasi atau pemanasan, sehingga bakteri berbahaya tetap bertahan hidup dan lebih mudah berkembang biak.

Oleh karena itu, pakar keamanan pangan Barry Parsons dan Robson Forensics mengaku tidak mengonsumsinya.

“Saya tidak akan mengonsumsi produk susu mentah apa pun, karena tidak ada proses sterilisasi. Saya tidak ingin mengambil risiko itu,” ujarnya.

4. Sushi

Sushi biasanya relatif aman dikonsumsi, tetapi perlu diperhatikan juga sumbernya. Jika ikan tidak ditangani dengan benar, ikan tersebut dapat mudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab keraunan makanan.

“Jika ikan diletakkan di atas perahu dan tidak ditangani dengan benar, ikan tersebut mulai membusuk dan dapat menghasilkan histamin,” ujar pakar Jeff Nelken.

Orang yang mengonsumsi ikan dalam kondisi tersebut dapat mengalami sensitivitas atau reaksi alergi.

Para pakar akan menikmati sushi jika mereka tahu bahwa itu adalah produk sushi berkualitas dan telah diolah dan dibekukan dengan benar.

Baca Juga :  Lab DLH Sultra Resmi Teregistrasi Kementerian, Siap Layani Perusahaan Tambang & Pacu PAD

5. Daging yang kurang matang

Banyak orang suka mengonsumsi daging dalam keadaan kurang matang. Hal ini mungkin memberikan kenikmatan lebih dan tekstur kenyal lembut yang sempurna, tetapi dalam sisi kesehatan perlu diwaspadai.

Daging ayam yang disajikan pada suhu kurang matang seringkali terkontaminasi Salmonella. Sedangkan daging babi dapat terkontaminasi cacing gelasng parasit yang menyebabkan penyakit disebut trikinosis. Penyakit ini bisa menyebabkan diare dan muntah.

Jika cacing tersebut berkembang biak, mereka dapat masuk ke dalam jaringan otot, menyebabkan demam, rasa lemas, bahkan meningitis atau penumonia.

Begitu juga dengan daging sapi atau telur yang kurang matang. Konsumsinya bisa berisiko pada kesehatan terutama jika sistem kekebalan tubuh lemak.

Pakar kesehatan Parsons merekomendasikan agar anak-anak, lansia, atau mereka yang punya sistem kekebalan tubuh lemah untuk tidak mengonsumsi makanan mentah atau kurang matang.

“Mereka lebih sensitif dan jika mereka makan makanan yang sama, Anda mungkin baik-baiks aja, tetapi mereka mungkin sakit,” ujar Parsons. Adm

Sumber : Detik.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x