LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir Hugua meninjau Balai Benih Ikan Sentral Punggaluku, Kamis (26/2/2026). Kunjungan rekan duet Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka itu didampingi Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sultra Sri Reskina bersama sejumlah OPD Pemprov Sultra di sela rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).
Begitu tiba, Hugua melihat langsung kondisi balai benih serta infrastruktur kolam produksi bibit ikan. Balai Benih Ikan Punggaluku ini sendiri tercatat sebagai aset Pemprov Sultra yang berada di bawah naungan DKP Sultra.
Pengelola balai, Yusuf, menjelaskan fasilitas tersebut memproduksi bibit ikan mas dan ikan nila. Dengan luas lahan sekitar 4 hektare, kawasan itu memiliki 28 unit kolam yang terdiri atas kolam budidaya, kolam pemijahan, dan kolam pembesaran bibit utama.

“Dari sini kita produksi ikan yang dijual ke masyarakat. Ada juga yang lewat program bantuan, itu gratis kami sediakan sepanjang ada rekomendasi dari dinas,” ujarnya.
Saat dialog bersama Wagub Sultra, Yusuf menyampaikan sejumlah kendala yang menyebabkan rendahnya angka produksi, kualitas ikan air tawar hingga gangguan distribusi pakan Beberapa jenis ikan yang dibudidayakan, kata dia, tidak mampu mencapai berat maksimal akibat keterlambatan distribusi pakan.
Ia mengakui, siklus pertumbuhan ikan yang tidak sinkron dengan jadwal pengiriman pakan sangat memengaruhi perkembangan ikan di kolam budidaya. Balai Benih Ikan Sentral Punggaluku yang berdiri sekitar tahun 1986 itu hingga kini masih bergantung pada pasokan pakan dari luar melalui mekanisme pengadaan pemerintah.
Selain persoalan pakan, distribusi hasil produksi juga menjadi tantangan. Stok ikan di balai benih kerap tidak terserap optimal oleh masyarakat karena daya beli yang rendah. Ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan membuat siklus pemeliharaan di kolam terganggu dan berdampak pada meningkatnya biaya operasional tambak ikan air tawar.
“Kita tidak produksi banyak karena balai di sini sifatnya untuk ketahanan pangan,” ulas Yusuf.
Sebagai unit pelaksana teknis di bawah DKP, balai benih ikan milik pemerintah umumnya menerapkan sistem tata kelola berbasis siklus produksi terencana. Proses dimulai dari seleksi indukan unggul, pemijahan terkontrol, penetasan telur, hingga pembesaran benih sesuai standar ukuran distribusi. Setiap tahapan diawasi tenaga teknis perikanan untuk memastikan kualitas air, kepadatan tebar, serta kecukupan nutrisi pakan tetap terjaga.
Hasil produksi kemudian dicatat dalam laporan berkala dan disalurkan melalui dua skema, yakni penjualan kepada langsung kepada masyarakat serta program bantuan pemerintah berdasarkan rekomendasi dinas terkait. Balai benih juga berfungsi sebagai pusat pembinaan dan penyedia benih bermutu bagi kelompok pembudidaya ikan di daerah.
Melalui peninjauan tersebut, Pemprov Sultra berharap kendala teknis yang dihadapi Balai Benih Ikan Punggaluku dapat segera diatasi sehingga produktivitas ikan mas dan nila meningkat serta mampu menopang ketahanan pangan dan ekonomi perikanan di Sultra. Adm





