BERITA TERKINIHEADLINE

Bikin Geger! Paus Sperma Panjang 8 Meter Mati Terdampar di Pomalaa Kolaka

×

Bikin Geger! Paus Sperma Panjang 8 Meter Mati Terdampar di Pomalaa Kolaka

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Seekor paus sperma dilaporkan terdampar di Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (3/3/2026). Peristiwa langka tersebut sontak mengundang perhatian warga dan viral di media sosial.

Mamalia laut raksasa itu pertama kali terdeteksi oleh nelayan di perairan Teluk Bone sekitar pukul 07.00 WITA. Saat ditemukan, kondisi paus sudah dalam keadaan mati dan terdampar di pesisir pantai.

Penanggung Jawab Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Wilayah Kerja Kendari, Jupri, membenarkan adanya temuan bangkai paus di Pomalaa. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi internal sebelum menurunkan tim ke lokasi.

Baca Juga :  Janji ASR Rampungkan Lapangan Olahraga di UM Kendari, Rektor: Lahan Sudah Siap!

“Kami masih koordinasi, tim belum ada yang ke sana,” ujar Jupri kepada jurnalis.

Berdasarkan informasi awal, paus yang terdampar masuk dalam genus paus sperma dengan panjang diperkirakan sekitar delapan meter. Saat ditemukan, tubuh paus terlihat memiliki bekas luka, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan.

“Apakah karena tertabrak kapal atau faktor lain, masih belum bisa dipastikan. Jika paus mengalami luka serius, itu bisa mengganggu sensor navigasinya,” jelasnya.

Teluk Bone sendiri diketahui sebagai salah satu jalur pelayaran yang cukup padat. Selain dilintasi kapal penumpang dan kapal logistik, kawasan tersebut juga menjadi jalur aktivitas kapal industri dan pertambangan. Kondisi lalu lintas laut yang ramai dinilai berpotensi meningkatkan risiko interaksi antara kapal dan mamalia laut besar.

Baca Juga :  Daftar Lengkap Aturan Baru Komdigi Pencegah Penipuan melalui Kartu SIM

Jupri menjelaskan jika jalur migrasi utama paus berada di perairan Laut Flores. Ia menduga paus tersebut bisa saja kesasar ke Teluk Bone untuk mencari makan atau tersesat dari jalur migrasinya.

“Teluk Bone itu jalur kapal yang padat. Di Pomalaa sendiri kejadian seperti ini belum pernah terjadi. Kalau di wilayah lain seperti Bombana atau Wakatobi, pernah ada paus terdampar,” terangnya.

Baca Juga :  Polda Sultra Buka Layanan SKCK Keliling di MTQ Kendari, Siap Jemput Bola untuk Pengurusan Massal

Pihak BPSPL mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan daging paus untuk dikonsumsi. Menurutnya, paus merupakan satwa liar yang bermigrasi lintas perairan bahkan lintas benua, sehingga berpotensi membawa bakteri atau patogen berbahaya.

“Jangan dikonsumsi. Kita tidak tahu kondisi kesehatannya. Bisa saja membawa bakteri yang berisiko bagi manusia,” tegasnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian paus sperma tersebut masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari tim terkait. Peristiwa paus terdampar menjadi perhatian serius mengingat mamalia laut dilindungi itu jarang jarang ditemukan terdampar di wilayah pesisir Kolaka. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x