EKOBISHEADLINENASIONAL

Ternyata Ini Penyebab Harga Obligasi Turun pada Awal 2021

×

Ternyata Ini Penyebab Harga Obligasi Turun pada Awal 2021

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Ist

SULTRABERITA.ID, KENDARI – Harga obligasi dan reksa dana pendapatan tetap terpantau turun pada Januari 2021. Hal ini dipicu sebagian besar jenis reksa dana yang mengalami penurunan kinerja.

Tercatat rata-rata kinerja reksa dana saham di Januari 2021 menurun 4,20 persen year to date (ytd). Sementara, kinerja reksa dana campuran menurun 1,79 persen ytd. Sedangkan, kinerja reksa dana pendapatan tetap menurun 0,53 persen ytd. Sementara itu, kinerja reksa dana pasar uang masih berhasil tumbuh 0,30 persen ytd.

Baca Juga :  Mengenal Kabut Otak, Penyebab Orang Sering Ngeblank

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menilai, turunnya harga obligasi dan reksa dana pendapatan tetap ini lantaran pemerintah menerbitkan obligasi secara front loading.

Sebab, selama Januari 2021, Rudiyanto melihat tidak ada sentimen negatif terkait harga obligasi. Bahkan Bank Indonesia (BI) juga memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga.

‘Front loading’ merupakan istilah yang digunakan untuk strategi penerbitan SBN di awal tahun dengan jumlah yang cukup banyak. Dengan demikian, penerbitan utang sampai dengan akhir tahun menjadi lebih sedikit.

Baca Juga :  Pria di Kendari Tipu Karyawan Toko Pelita Mart

“Saya lihat mereka (pemerintah) sukanya melakukan front loading. Artinya kebutuhan selama satu tahun iu diterbitkan di awal, atau sebagian besar di awal. Jadi dengan mengamankan, sejak awal bunganya sudah di-fix-kan. Jadi nggak khawatir di tengah-tengah nanti suku bunganya naik,” ujar Rudiyanto dalam diskusi virtual, Selasa (2/2/2021).

Dengan ada front loading ini, investor bisa mengetahui pemerintah tengah membutuhkan dana. Sehingga negosiasi-pun berjalan. Hasilnya, investor memanfaatkan situasi ini untuk menawar obligasi pada harga yang murah dengan bunga yang tinggi.

Baca Juga :  Program Kampanye Daur Ulang Sampah DLH Sultra: Paving Blok Limbah PLN Hingga Kerajinan Plastik

“Obligasi jika bunga naik, (maka) harga turun. Jadi karena semua menawar dengan bunga yang tinggi, sehingga terjadi koreksi harga,’ kata Rudiyanto.

Tren Sudah Mulai Berhenti

Rudiyanto melihat tren ini sudah mulai berhenti, seiring dengan langkah front loading yang dilakukan pemerintah. Sehingga hanya sisa sebagian kecil obligasi yang mungkin akan kembali diterbitkan.

“Selama sudah diterbitkan semua ya udah habis itu, enggak ada kesempatan lagi untuk nekan dia (pemerintah),” kata dia. Adm

Sumber: Liputan6.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x