LAJUR.CO, KENDARI – Perayaan Idulfitri tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda bagi Heni Ardagarini, diaspora asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Heni Ardagarini merupakan seorang warga Kendari yang kini menetap di Kota Bahla, Oman.
Heni merayakan Lebaran dengan suasana yang lebih tenang. Ia melaksanakan salat Idulfitri dari rumah mengikuti tradisi masyarakat setempat.
“Di sini kebanyakan perempuan salat di rumah, saya juga ikut tetangga,” cerita Heni kepada awak lajur.co, Sabtu (21/3/2026).

Pengalaman ini menjadi hal yang cukup berbeda dibandingkan dengan tradisi di Indonesia. Di tanah air, salat Id biasanya dilaksanakan berjamaah di masjid atau lapangan terbuka dengan jumlah jemaah yang banyak.
Sementara di Oman, khususnya bagi perempuan, pelaksanaan salat Id di rumah merupakan hal yang umum dilakukan. Suasana ibadah yang mereka laksanakan terasa lebih privat namun tetap khidmat.
Sehari jelang Lebaran, kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal Heni juga tampak aman dan kondusif. Jalanan terlihat lengang dengan arus lalu lintas yang tetap lancar. Kondisi itu mencerminkan situasi yang terkendali tanpa gangguan berarti.
Meski aktivitas masyarakat berjalan normal, beberapa agenda khas diaspora Indonesia tahun ini ditiadakan. Kegiatan seperti salat Id berjamaah dan open house di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tidak digelar sebagai bentuk kehati-hatian.
Heni yang telah hampir dua tahun bekerja di Oman di bidang perdagangan itu menyebut, masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasa sambil mengikuti imbauan pemerintah setempat.
Kewaspadaan ini berkaitan dengan situasi di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas. Oman sendiri merupakan negara tetangga Iran, yang kini tengah berkonflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Imbauan dari KBRI kepada warga negara Indonesia pun diberikan sebagai langkah antisipasi, meski kondisi di Oman sendiri tetap aman dan terkendali. Red





