BERITA TERKINIKESEHATANNASIONAL

Dokter Ungkap Pemicu Orang Dewasa Rentan Kena Campak Gejala Berat

×

Dokter Ungkap Pemicu Orang Dewasa Rentan Kena Campak Gejala Berat

Sebarkan artikel ini
Dokter Ungkap Pemicu Orang Dewasa Rentan Kena Campak Gejala Berat
Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Penyakit campak umumnya lebih banyak menyerang anak-anak. Namun, kelompok dewasa juga memiliki risiko penularan yang sama terlebih saat imunitas menurun.

Bahkan, berpotensi memicu gejala berat hingga membutuhkan masa perawatan yang jauh lebih lama.

Kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup modern kaum urban, yang tanpa disadari memicu penurunan sistem kekebalan tubuh secara drastis. Ditambah lagi hilangnya perlindungan antibodi alami seiring berjalannya waktu.

Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD K-A.I FINASIM mengatakan banyak pekerja kantoran atau kalangan profesional muda yang mengabaikan waktu istirahat, demi mengejar produktivitas.

Baca Juga :  Unik, Bukber Warga Bonggoeya Kendari Digelar di Jalan Sepanjang 150 Meter

“Kita banyak menemukan orang dewasa muda, eksekutif-eksekutif muda, yang suka lembur,” kata dr Sukamto dalam konferensi pers campak di Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026).

“Habis lembur, ke kafe-kafe. Tidurnya kurang. Itu sel limfositnya turun rendah,” tambahnya.

Limfosit merupakan salah satu jenis sel darah putih atau leukosit, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, racun, dan sel kanker.

Baca Juga :  Tradisi Halal Bihalal SMPN 10 Kendari, Guru & Siswa Maaf-Maafan Hari Pertama Sekolah

Tanpa disadari, kebiasaan buruk inilah yang membuka pintu masuk bagi penyakit infeksius, termasuk campak, di tengah padatnya interaksi sosial.

Kekebalan Alami Tak Selalu Bertahan Seumur Hidup
Banyak orang dewasa yang merasa percaya diri sudah sepenuhnya kebal dari virus campak hanya karena pernah mendapatkan suntikan vaksin saat masih kanak-kanak.

Namun, dr Sukamto menegaskan bahwa efektivitas perlindungan dari vaksin tidak selalu bisa bertahan seumur hidup.

Baca Juga :  Satgas Pangan & Bapanas RI Cek Produsen Telur - Beras di Konda, Disperindag Sultra: Stok & Harga Aman Jelang Lebaran

“Ada warning immunity. Antibodi itu menurun setelah 15-20 tahun pasca-vaksinasi,” bebernya.

Penurunan kekebalan ini membuat tubuh perlahan kembali rapuh terhadap paparan virus dari lingkungan sekitar, termasuk campak.

Selain itu, prosedur pengobatan penyakit tertentu di usia dewasa juga berperan besar terhadap menurunnya daya tahan tubuh.

“Ada keadaan-keadaan tertentu, seperti misalnya seseorang yang kemudian harus menjalani kempoterapi. Itu daya tahan tubuhnya akan turun,” ucap dr Sukamto. Adm

Sumber : Detik.com

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x