LAJUR.CO, KENDARI – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Kota Kendari resmi dibuka, Rabu (15/4/2026). Berbeda dengan tahun sebelumnya, event islami tersebut hadir tanpa heboh pertunjukan iring-iringan defile dari kafilah yang tertanding.
Ajang MTQ yang dibuka langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran berlangsung di ruangan indoor Aula Kantor Wali Kota Kendari. Total ada 200 peserta dari 11 kecamatan siap bertanding.
“MTQ agak sedikit berbeda dengan tahun lalu, kalau tahun lalu pembukaan di luar ruangan. Namun ini tidak mengurangi rasa semangat dan kebersamaan,” ujar Siska.

Ajang tahunan tersebut, kata dia, momentum memperkuat syiar Islam sekaligus membina generasi Qur’ani yang unggul. Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berdaya Saing Menuju Kendari Semakin Maju”, masyarakat diajak menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Siska bilang MTQ merupakan agenda rutin pemerintah daerah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan karakter.
“Agenda keagamaan yang terus menjadi rutinitas kita setiap tahun, memiliki nilai yang sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius, bertakwa dan berakhlak mulia serta melandaskan nilai-nilai Al-Quran,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan MTQ tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan minat baca, pemahaman, serta pengamalan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
MTQ tahun 2026 diikuti ratusan peserta. Mereka akan bersaing dalam 10 cabang lomba, mulai dari seni baca Al-Qur’an untuk kategori anak-anak, remaja, hingga dewasa, hifzil Qur’an berbagai juz, qira’at, hingga tafsir bahasa Arab.
Kegiatan MTQ dijadwalkan berlangsung pada 15–16 April 2026. Sebagai pemungkas, penutup ajang MTQ dilakukan pada 21 April 2026 yang dirangkaikan penyerahan penghargaan bagi para juara. Lokasi pelaksanaan dipusatkan di Kantor Balai Kota Kendari dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari.
Siska mengungkapkan adanya perbedaan konsep dibandingkan tahun sebelumnya. Pembukaan kali ini digelar lebih sederhana tanpa defile peserta seperti tahun lalu.
“Namun ini tidak mengurangi rasa semangat dan juga kebersamaan, bagaimana masyarakat kita yang terlebihnya harapan kita bersama,” katanya.
Ia berharap MTQ mampu menjadi wadah pembinaan berkelanjutan serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Harapan kita, MTQ ini mampu menumbuhkan semangat masyarakat untuk lebih mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an,” tutupnya.
Laporan; Ika Astuti




