BERITA TERKINIHEADLINE

Kartini dari Sultra: Sucianti Suaib Saenong Menembus Panggung HIPMI Pusat, Taklukkan Dunia Maskulin

×

Kartini dari Sultra: Sucianti Suaib Saenong Menembus Panggung HIPMI Pusat, Taklukkan Dunia Maskulin

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan Indonesia belum berhenti. Ia terus hidup dalam sosok-sosok yang berani menembus batas. Salah satunya adalah Sucianti Suaib Saenong, perempuan asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kini menempati posisi strategis di organisasi pengusaha nasional.

Dari daerah, Sucianti berhasil menembus pusat sebagai pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Di organisasi yang identik dengan dominasi laki-laki, wanita berhijab itu dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal HIPMI Pusat. Posisinya menjadi simbol perubahan: perempuan bukan lagi pelengkap, melainkan pengambil peran dalam pengambilan keputusan.

Sucianti bahkan mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama asal Bumi Anoa yang masuk dalam jajaran inti HIPMI sejak organisasi pengusaha nasional itu berdiri tahun 1972. Capaian tersebut mempertegas jika ruang kepemimpinan kini semakin terbuka, meski perjuangan menuju kesetaraan masih terus berjalan.

Dalam pandangannya, perempuan Indonesia kini telah menunjukkan kapasitasnya di berbagai bidang, mulai dari politik hingga bisnis. Banyak posisi strategis kini diisi perempuan, menandakan bahwa semangat Kartini telah memberi dampak nyata. Namun, ia menilai upaya tersebut tetap harus dilanjutkan.

Baca Juga :  Bank Sultra & 6 BPR Sapu Bersih Penghargaan di TOP BUMD Awards 2026, ASR Tropi Top Pembina

“Hari Kartini jangan hanya jadi seremoni. Perempuan harus menunjukkan bahwa kita bisa, mandiri, dan berdaya,” ujar Sucianti.

Bergerak di dunia bisnis yang lekat dengan nuansa maskulin, terutama sektor pertambangan, konstruksi, dan energi, Suci mengaku justru menemukan tantangan yang memacu dirinya berkembang. Ia terbiasa berargumentasi secara logis dan profesional tanpa membawa emosi dalam pengambilan keputusan.

“Di dunia yang didominasi laki-laki, justru saya merasa lebih tertantang dan berkembang,” kata wanita berhijab itu.

Selain aktif di organisasi, Suci diketahui memimpin sejumlah perusahaan di sektor pertambangan dan perdagangan. Di tengah dominasi pekerja laki-laki, ia berkomitmen membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk terlibat dan berkembang.

Baginya, stereotip yang menempatkan perempuan hanya di ranah domestik sudah tidak relevan. Saat ini, batasan peran semakin cair, pekerjaan yang dulu dianggap milik laki-laki kini juga dijalani perempuan, begitu pula sebaliknya.

Di HIPMI, ia mengaku memiliki pekerjaan rumah besar untuk mendorong partisipasi perempuan. Upaya kaderisasi menjadi fokus utamanya, agar semakin banyak perempuan berani tampil dan mengambil peran.

Baca Juga :  Ekspansi Tambang Berkelanjutan PT Vale di Sultra Tingkatkan Kesempatan Kerja Lokal

“Ini PR saya di HIPMI, bagaimana kontribusi perempuan bisa lebih banyak lagi. Saya ingin meyakinkan bahwa perempuan juga bisa, bahkan memiliki kualitas yang tidak kalah,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya solidaritas antarperempuan dalam menghadapi persaingan. Menurutnya, dukungan sesama perempuan atau women support women menjadi kunci untuk memperkuat posisi perempuan di berbagai sektor.

Ke depan, Suci berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang tampil dan berkontribusi besar dalam pembangunan. Tidak hanya hadir, tetapi juga berdaya dan memiliki ketahanan mental.

“Perempuan harus cerdas secara emosional, intelektual, dan spiritual untuk melanjutkan cita-cita Kartini di masa kini,” tuturnya.

Perjalanan dari Baubau ke Panggung Nasional

Lahir di Baubau pada 10 Mei 1984, Suci memulai karier sejak usia muda. Setelah lulus SMA pada 2002, ia menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin, sebelum melanjutkan studi di Jakarta.

Di ibu kota, mantan Ketua Umum HIPMI Sultra tersebut menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Keuangan di Universitas Paramadina hingga gelar magister hukum dari Universitas Trisakti. Kariernya berkembang dari pengelolaan usaha keluarga hingga merambah berbagai lini bisnis, termasuk fashion yang sempat menembus pasar Dubai.

Baca Juga :  Sempat Langka di Awal Ramadan, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sultra

Di Sultra, Suci tercatat pernah menjadi staf ahli gubernur di era kepemimpinan duet Ali Mazi – Lukman Abunawas. Ibu satu anak itu pun aktif di berbagai organisasi mulai dari HIPMI, APNI (Asosiasi Penambang Nikel Indonesia) hingga KADIN.

Langkahnya tak terhenti di situ. Ia malang melintang di dunia politik, berkiprah sebagai pengurus pusat Partai Golkar. Suci bahkan terlibat dalam tim kampanye nasional pada ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

Kini, Suci diketahui memimpin sejumlah perusahaan di bidang pertambangan nikel, konstruksi, perdagangan, hingga energi. Jejak langkahnya menunjukkan bahwa perempuan mampu menavigasi sektor-sektor yang selama ini dianggap sangat maskulin.

Kisah Sucianti Suaib Saenong menjadi refleksi bahwa jika Kartini terus bertransformasi mengikuti zaman. Dari ruang domestik hingga panggung nasional, perempuan Indonesia terus membuktikan kapasitasnya tidak hanya setara, tetapi juga mampu memimpin. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x