LAJUR.CO, KENDARI – Kehadiran Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) di kawasan Tugu Religi atau Eks MTQ Kendari menjadi magnet baru bagi pecinta kuliner di Kota Kendari. Zona KHAS kawasan Tugu Religi pertama kali diresmikan oleh Gubernur Sultra bersamaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kawasan tersebut menawarkan pengalaman wisata kuliner ramah muslim dengan konsep tertata rapi dan nyaman. Puluhan tenan UMKM mengisi area tersebut menjajakan beragam pilihan makanan dan minuman, mulai dari olahan mi, ayam, bakso, gorengan hingga dessert.
Seluruh sajian mengusung konsep halal, aman, dan sehat sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sultra. Transaksi pun wajib dilakukan secara non tunai lewat layanan QRIS.
Penataan kawasan menjadi salah satu daya tarik utama. Area yang sebelumnya ditempati pedagang di luar kini direlokasi ke dalam kawasan dengan lapak yang lebih representatif. Pemerintah menghadirkan fasilitas dengan tata ruang lebih rapi dan estetik, lengkap dengan lantai keramik serta lanskap taman yang tertata.
Letaknya yang berada di kawasan Tugu Persatuan memberikan nilai tambah tersendiri. Pengunjung dapat menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan ikon kota. Meja dan kursi disediakan menghadap langsung ke area terbuka, menciptakan suasana santai bagi pengunjung.
Zona KHAS juga ramah keluarga. Area yang luas dan aman membuat anak-anak dapat bermain, sementara orang tua menikmati hidangan. Lokasinya juga aman karena terletak dalam kawasan, jauh dari akses lalu lintas kendaraan. Fasilitas tempat duduk tersedia di depan setiap tenan sehingga pengunjung dapat bersantai dengan nyaman.
Direktur Utama Perumda Sultra, Akhmad Rizal, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan agar tetap nyaman.
“Harapana kita, ini dijaga terutama dari sisi kebersihan. Pengunjung dan UMKM memperhatikan sampah biar tetap nyaman dan rapi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (27/4/2026).
Kehadiran Zona KHAS serta penyediaan lapak bagi UMKM yang beraktivitas di sana tidak lepas dari peran Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sultra melalui Perumda Sultra.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menyebut pengembangan Zona KHAS merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya menghadirkan ruang usaha bagi pelaku UMKM, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas melalui fasilitasi sertifikasi halal dan edukasi kepada masyarakat.
Sebelumnya, konsep serupa telah diluncurkan di kawasan Masjid Al Alam pada Mei 2025. Pengembangan di Eks MTQ menghadirkan penataan yang lebih aplikatif dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap.
Zona KHAS juga terintegrasi dalam rangkaian Sultra Maimo Sharia Fest 2026 yang digelar pada 24–26 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat UMKM serta memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sultra.
Melalui program tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia turut mendorong sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, sekaligus menghadirkan ruang usaha yang lebih tertata dan berdaya saing.
Ke depan, pengembangan Zona KHAS diharapkan mampu menjadi pusat kuliner halal unggulan di Kendari, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Adm





