LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 247 wisudawan Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) resmi menyandang gelar sarjana setelah mengikuti rangkaian Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-34 dan Pascasarjana ke-9 yang digelar di Hotel Claro Kendari, Rabu (15/4/2026).
Momen wisuda kali ini menjadi yang pertama bagi Unsultra pasca polemik panjang kisruh kepemilikan yayasan hingga pergantian rektor di kampus swasta tersebut.
Prosesi wisuda diketahui dipimpin langsung Rektor Unsultra, Jamhir Safani. Ketua Pembina Yayasan yang pernah menjabat Gubernur Sultra dua periode, Nur Alam tampak hadir dan memberikan sambutan di hadapan para lulusan.

Di hadapan para wisudawan, Nur Alam, menekankan pentingnya integritas bagi para lulusan saat terjun ke tengah masyarakat.
“Wisuda bukanlah akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar. Lulusan harus mampu menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.
Ia menyoroti pentingnya nilai moral dalam dunia pendidikan tinggi agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Ilmu pengetahuan harus diiringi dengan moral. Tanpa itu, keahlian justru bisa membawa dampak buruk bagi masyarakat,” ujarnya.
Adapun ratusan wisudawan ang mengikuti penamatan bangku kuliah berasal dari 11 program studi sarjana (S1) dan 2 program magister (S2). Rinciannya meliputi Teknik Sipil sebanyak 49 orang, Teknik Mesin 16 orang, Teknik Pertambangan 8 orang, Teknologi Hasil Pertanian 4 orang, Peternakan 5 orang, Ilmu Hukum 45 orang, serta Ilmu Pemerintahan 50 orang.
Selain itu, Program Studi Manajemen meluluskan 6 orang dan Kewirausahaan 7 orang. Dari rumpun pendidikan, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 28 orang dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) 7 orang.
Sementara itu, untuk jenjang pascasarjana terdiri dari Magister Hukum (MH) sebanyak 3 orang serta Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) sebanyak 19 orang.
Rektor Unsultra, Jamhir Safani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika, orang tua, serta pihak yayasan atas dukungan yang diberikan selama proses pendidikan.
“Masa depan ada di tangan kalian. Melangkahlah dengan percaya diri, terus belajar, dan berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah besar dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah besar menuju masa depan. Jangan takut gagal, karena setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh,” ujarnya.
Wisuda tersebut menjadi momentum bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang berikutnya, baik di dunia kerja maupun pengabdian kepada masyarakat dengan bekal ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
Laporan: Ika Astuti




