BERITA TERKINIHEADLINE

UKPM Gelar Pelatihan K3 Terintegrasi, Bekali Mahasiswa Jadi Lulusan Siap Kerja

×

UKPM Gelar Pelatihan K3 Terintegrasi, Bekali Mahasiswa Jadi Lulusan Siap Kerja

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Guna mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang kompeten, Universitas Karya Persada Muna (UKPM) mulai mengintegrasikan pendidikan akademik dengan kebutuhan industri.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai respons terhadap tantangan dunia kerja yang kian kompleks. Mahasiswa dibekali keterampilan yang selaras dengan kebutuhan industri saat ini.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Rektor UKPM, Usman Rianse, di Hotel Ness Inn, Raha. Acara tersebut dihadiri Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Arman Jaya Saboli, pada Jumat (1/5/2026).

Program kerjasama kampus UKPM dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Anugerah Sannin Abadi (ASA) Jakarta itu tidak sekadar berupa pelatihan, melainkan menjadi bagian dari strategi kampus dalam membentuk lulusan siap kerja melalui skema terintegrasi. Inisiatif tersebut menjadi yang pertama di Sultra untuk program studi K3 yang dirancang hingga tahap magang dan sertifikasi.

Baca Juga :  UHO Telurkan 702 Wisudawan Baru, Berikut Daftar Nama Lulusan Terbaik

Sebanyak 94 mahasiswa semester enam mengikuti kegiatan tersebut. Setelah pelatihan, peserta akan menjalani magang selama tiga bulan sebelum mengikuti sertifikasi ahli K3. Melalui skema tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki bekal akademik sekaligus pengakuan kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri.

Dekan Fakultas Kesehatan UKPM, Wa Ode Megasari, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kebutuhan di lapangan. Selama ini, mahasiswa kerap menghadapi keterbatasan saat magang karena durasi yang singkat serta minimnya kepercayaan dari pihak industri.

Baca Juga :  HUT Sultra Jadi Momentum Berbenah, Plh Sekda Ajak ASN Tetap Adaptif di Tengah Efisiensi Anggaran

“Biasanya magang hanya sekitar 10 hari. Kami menilai durasi tersebut belum cukup untuk membentuk kompetensi mahasiswa,” ujar Megasari.

Ia menambahkan, melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan, mahasiswa kini memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif, mulai dari pelatihan, magang, hingga sertifikasi.

Di tengah laju industrialisasi, kebutuhan tenaga ahli K3 dinilai semakin tinggi. Oleh karena itu, UKPM mendorong mahasiswanya agar tidak hanya lulus secara akademik, melainkan mampu bersaing di pasar kerja.

Ketua Dewan Pembina Yayasan UKPM, Dr. Albert, mengingatkan peserta agar mampu beradaptasi selama menjalani magang.

“Tidak semua teori di kampus sama dengan praktik di lapangan. Jika mampu menyesuaikan diri, industri akan menerima,” pesannya.

Baca Juga :  119 Mahasiswa STIE 66 Kendari Dilepas Ikuti KKL Tahap I 2026, Siap Terjun ke 36 Instansi

Dalam pelaksanaannya, UKPM menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Anugerah Sannin Abadi (ASA) Jakarta. Peserta dibekali keterampilan teknis dan etika kerja sesuai standar ketenagakerjaan, serta mengikuti sertifikasi melalui lembaga sertifikasi profesi (LSP).

Direktur LPK ASA, Mohammad Ikhsan Saruna, menyebut model pelatihan yang menggabungkan pembelajaran, magang, dan sertifikasi masih tergolong jarang di Indonesia.

“Kegiatan serupa belum banyak diterapkan. Langkah tersebut patut diapresiasi,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain di Sultra, sekaligus mendorong lahirnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing di dunia industri. Red

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x