LAJUR.CO, KENDARI – Bandara Haluoleo Kendari menyiapkan berbagai fasilitas untuk menjamin kenyamanan jemaah calon haji, khususnya yang masuk kategori lansia, disabilitas, dan perempuan pada musim haji 2026/1447 H. Langkah tersebut sejalan dengan tema haji tahun ini yang memberi prioritas kelompok rentan.
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto, mengatakan konsep ramah lansia, disabilitas, dan perempuan telah diterapkan secara menyeluruh di area bandara.
“Ramah lansia, disabilitas, dan perempuan kita aplikasikan, kita sudah declare. Ada beberapa yang standby di depan, tapi ada beberapa melayani lansia dan disabilitas yang jadi jemaah haji. Ada lima kursi roda yang bisa digunakan secara bergantian karena para rombongan jemaah datang secara bertahap, jadi bisa bergilir pakainya,” kata Denny, Jumat (1/5).
Berstatus sebagai Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I, Bandara Haluoleo memang tidak semegah dan selengkap bandara internasional. Namun, infrastruktur dasar untuk melayani kelompok rentan sudah dimiliki oleh Bandara Haluoleo Kendari.
Mulai dari lift dan eskalator yang memudahkan proses mobilisasi jemaah selama di bandara. Berikut, jalur ticketing dengan guiding block atau ubin pemandu berwarna kuning membantu navigasi jemaah tunanetra. Unit kursi roda standby untuk memudahkan mobilisasi para jemaah lansia.
“Kami siapkan satu ruangan khusus, lansia dan disabilitas. Ada ruangan khusus jemaah perempuan,” ujarnya.
Di lantai dua, tersedia ruang tunggu dan ruang transit yang nyaman untuk lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas. semua disediakan gratis.
Kuota jemaah haji Sulawesi Tenggara (Sultra) pada musim haji tahun 2026 sendiri tercatat sebanyak 2.078 orang, terdiri dari 2.064 jemaah reguler dan sisanya petugas haji. Para jemaah dibagi dalam lima kloter utuh dan dua kloter gabungan, dengan pendampingan 37 petugas haji.
Dari 2000an kuota keberangkatan, sekitar 20 persen merupakan jemaah lansia. Di Kota Kendari, jemaah berusia lanjut yang akan berangkat ke Tanah Suci terdata berumur 95 tahun.
Kata Deny, tidak semua jemaah haji Sultra akan bertolak dari Bandara Halu Oleo. Hanya 1.184 jemaah terkonfimasi akan terbang melalui Bandara Haluoleo dengan menggunakan maskapai Lion Air. Mereka berasal dari sembilan kabupaten/kota di Sultra, tergabung dalam kloter 35 hingga kloter 43.
Adapun rinciannya, jemaah calon haji Kota Kendari tergabung dalam kloter 32 dan 34. Kolaka Timur dan Konawe Selatan masuk dalam kloter 34 dan 43. Konawe berada di kloter 35. Konawe Utara dan Bombana tergabung pada kloter 38. Sementara Wakatobi, Konawe Kepulauan, dan Buton Utara masuk di kloter 39.
Seluruh jemaah akan diterbangkan menggunakan maskapai Lion Air menuju Embarkasi Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Keberangkatan perdana melalui Bandara Halu Oleo Kendari dijadwalkan berlangsung 12 Mei, diawali jemaah asal Kota Kendari yang tercatat di kloter 32. Rombongan jemaah haji Kota Kendari akan terbang secara bertahap melalui flight JT-987, JT 993 dan JT 997.
Sementara penerbangan terakhir dijadwalkan berasal dari kloter 39. Kloter ini mencakup jemaah calon haji asal Wakatobi, Konawe Kepulauan, dan Buton Utara.
Denny mengakui akan ada potensi kepadatan di bandara saat proses keberangkatan. Apalagi jemaah haji yang terbang akan bergabung dengan penmpang reguler. Namun, hal itu telah diantisipasi melalui pengaturan teknis di lapangan oleh petugas haji berkoorinasi dengan tim Bandara Haluoleo Kendari.
“Kemungkinan akan ada crowded, tapi akan diantisipasi oleh petugas dan ada pengaturan khusus secara teknis di lapangan. Akan diatur dengan koordinasi dengan panitia penyelenggaraan haji,” jelasnya. Adm





