LAJUR.CO, KENDARI – Kebahagiaan tengah dirasakan dua emak-emak di Kota Kendari saat mendapatkan bantuan modal dan sarana usaha dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN UPT Kendari. Mereka adalah Zuriana (53) dan Sitti Nurbimas (48) yang sehari-hari menjual nasi kuning sebagai sumber penghidupan keluarga.
Bantuan modal usaha tersebut diserahkan YBM PLN UPT Kendari melalui Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Selasa (5/5/2026). Penyaluran Bantuan Program Kartini Ekonomi ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi pelaku usaha kecil.
Ibu Zuriana mengungkapkan bahwa bantuan yang baru diterimanya itu menjadi penyemangat baru dalam menjalankan usahanya.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Ini sangat membantu saya untuk memperbaiki usaha dan menambah semangat untuk terus berjualan demi keluarga,” ungkapnya.
Begitu pula Ibu Sitti Nurbimas, yang merasa terbantu dengan adanya dukungan PLN UPT Kendari. Bantuan modal tersebut, katanya, sangat berarti terutama dalam meningkatkan kualitas dan kelancaran usaha sehari-hari.
Adapun besaran modal yang diterima masing-masing pelaku usaha kuliner itu sebesar Rp3.000.000. Kedua penerima manfaat tersebut telah menggeluti usaha kuliner tradisional selama bertahun-tahun.
Namun, keterbatasan modal menjadi kendala yang mereka hadapi di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ketua YBM PLN UPT Kendari Muhammad Ray, mengungkapkan bahwa program ini hadir untuk memberikan solusi kepada para pelaku ekonomi seperti emak-emak penjual nasi kuning itu.
Selain itu, bantuan yang disalurkan juga merupakan bentuk komitmen YBM PLN UPT Kendari dalam mendukung pengembangan potensi pelaku usaha kecil.
“Ini bagian dari komitmen untuk memberikan support dan dukungan bagi para pedagang kecil untuk mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Sultra, Ramli menyampaikan bahwa pihaknya sebagai mitra pelaksana akan terus memastikan penyaluran bantuan dapat tepat sasaran. Para penerima juga diharapkan dapat memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Ramli berharap semakin banyak pelaku usaha kecil yang terbantu dan mampu naik kelas. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi dalam penguatan ekonomi lokal di Kota Kendari. Red





