BERITA TERKINIHEADLINE

Perumda Sultra Kerja Ekstra: Kesadaran Minim, Warga Asal Buang Sampah di Area Kuliner Tugu Religi

×

Perumda Sultra Kerja Ekstra: Kesadaran Minim, Warga Asal Buang Sampah di Area Kuliner Tugu Religi

Sebarkan artikel ini
Sampah bekas makanan berserakan di kawasan kuliner baru Tugu Religi. Padahal pemerintah siapkan sejumlah titik tong sampah di area tersebut.
Sampah bekas makanan berserakan di kawasan kuliner baru Tugu Religi. Padahal pemerintah siapkan sejumlah titik tong sampah di area tersebut.

LAJUR.CO, KENDARI – Kawasan kuliner di pelataran Tugu Religi eks MTQ Kendari mulai dipenuhi sampah usai membludaknya pengunjung dalam rangkaian perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Plastik bekas makanan dan bungkusan terlihat berserakan di sejumlah sudut.

Pantauan media di lokasi, Senin (27/4/2026), banyak pengunjung meninggalkan sampah begitu saja setelah menikmati kuliner. Ada yang dibiarkan di atas meja, bahkan teronggok begitu saja di Kondisi tersebut membuat area yang sebelumnya tertata rapi kini tampak kurang sedap dipandang.

Petugas tampak berjibaku memberishkan bekas sampah plastik di tengah pengunnung yang abaik terhadap kebersihan area kuliner baru di Kota Lulo tersebut.

Padahal, kawasan sisi timur eks MTQ telah direvitalisasi dan ditata estetik sebagai bagian dari event Harmoni Sultra. Pemerintah merelokasi pedagang dari area pedestrian ke lapak yang lebih tertata demi menciptakan pusat kuliner yang nyaman.

Baca Juga :  Pengunduran Diri Sekda Asrun Lio Tunggu Keppres, Balik Berkarir di UHO

Sekitar 100 tenant disiapkan sebagai bagian dari Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Namun, selama perayaan berlangsung, jumlah lapak bertambah. Muncul pedagang baru yang membuka lapak liar, memanfaatkan momentum keramaian HUT Sultra.

Sayang, lonjakan aktivitas tersebut tidak diimbangi kepedulian pengunjung dalam menjaga kebersihan. Sampah terlihat menumpuk meski pemerintah telah menyediakan tempat pembuangan di sejumlah titik.

Direktur Perumda Sultra, Akhmad Rizal, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, baik pengunjung maupun pelaku UMKM masih belum disiplin menjaga kebersihan kawasan.

Baca Juga :  Implementasi Sekolah Adiwiyata di Kendari Selaras dengan Program Hemat Energi Nasional

“Kawasan kuliner di MTQ tetap harus dijaga tata tertibnya, terutama soal sampah. Pemerintah sudah menyiapkan 100 tenant sebagai solusi untuk menampung UMKM, tapi kan harus dijaga kebersihannya” ujar Akhmad.

Ia menjelaskan, tambahan lapak di luar yang disediakan sebenarnya dimaklumi karena momen HUT menjadi peluang bagi pelaku usaha meraih pendapatan. Namun, persoalan kebersihan tetap harus menjadi perhatian bersama.

“Tempat sampah sudah disiapkan, tapi masih banyak yang membuang sembarangan. Kami tetap fasilitasi selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Untuk menjaga kenyamanan, Perumda Sultra mengerahkan sekitar 25 petugas kebersihan. Mereka bekerja dari pagi hingga malam selama rangkaian kegiatan Harmoni Sultra berlangsung.

Baca Juga :  ASR Apresiasi Perumda Sultra: 5 Bulan Raup Dividen Rp1 Miliar, Aset Tembus Rp6 Miliar

Akhmad menyoroti beban kerja petugas yang harus membersihkan sampah secara terus-menerus. Kondisi tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan dalam jangka panjang.

“Kasihan petugas kami yang bekerja sepanjang hari. Kalau tidak ada kepedulian, sebersih apa pun dibersihkan tidak akan bertahan lama,” tegasnya.

Setelah rangkaian HUT berakhir, Perumda Sultra berencana mengambil langkah tegas. Penertiban akan dilakukan terhadap pelaku usaha yang tidak mematuhi aturan kebersihan dan estetika ditetapkan pemerintah.

Penataan ulang kawasan akan dilakukan agar tetap menjadi destinasi wisata kuliner yang bersih dan nyaman. Pemerintah berharap kawasan eks MTQ Kendari dapat terus berkembang tanpa mengorbankan aspek kebersihan dan estetika. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x