LAJUR.CO, KENDARI – Rangkaian United Cities and Local Governments ASia Pasific (UCLG ASPAC) Executive Bureau Meeting and Asia Pacific Forum pada 6–9 Mei 2026 mulai bergulir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagai tuan rumah, delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik akan berkumpul di Kota Lulo pada 7–9 Mei 2026, membahas berbagai isu strategis, mulai dari sustainable tourism hingga kesepakatan kerja sama global.
Dean Cities and Local Governments Institute (CLGI), Prof. Bambang Susantono, menegaskan tampilnya Kendari sebagai tuan rumah tidak hanya mengangkat citra, tapi menjadi langkah awal penting masuk ke ekosistem global.
“Ibu Wali Kota selamat atas terselenggara UCLG ASPAC di Kota Kendari. Kami dari UCLG tentu mengucapkan terima kasih. Sekali lagi saya menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Pak Wakil Gubernur, ini langkah awal yang sangat baik dan sudah menjadi keniscayaan kalau ingin go global, ya memang kita harus masuk ke lingkaran internasional seperti ini,” ujar Prof Bambang saat berbicara dalam International Seminar and Knowledge Forum: “Navigating Urban Uncertainty and Strengthening Resilience for Cities in Asia Pacific” di Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO), Rabu (6/5/2026).
Ia mengingatkan pentingnya optimisme bagi kota berkembang seperti Kendari bergerak cepat menuju kota terintegrasi maju yang berkelanjutan dan tangguh.
“Kendari harus optimis jangan minder dengan kota yang sudah maju. Setiap kota punya jalur untuk berkembang. Ini adalah awal bagi Kendari go global dengan tetap pertahankan local wisdom culture dan tradisi karena itu kekuatan,” ucap Prof Bambang.
Sebagai informasi, International Seminar and Knowledge Forum di UHO merupakan bagian dari rangkaian event UCLG ASPAC 2026. Seminar dibuka langsung Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governments Asia Pacific Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi menghadirkan tokoh panelis penting, Wakil Gubernur Sultra Dr. Hugua, Strategic Adviser ASEAN Governors and Mayors Forum (AGMF) Singapura Lee Yoong Yoong, perwakilan Daegu Metropolitan City Andra Kwon, serta dosen Universitas Halu Oleo Susanti Djalante.
Menjadi host forum seminar UCLG ASPAC, Prof Bambang menekankan perlunya kampus membuka diri untuk berperan sebagai motor penggerak knowledge development. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi memperkuat riset di bidang sains dan teknologi guna mendukung inovasi daerah.
Transformasi pembangunan, menurutnya, harus berbasis ilmu pengetahuan agar mampu menjawab tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Penguatan kapasitas akademik dan riset menjadi kunci dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis data.
Secara keseluruhan, pesan tersebut menegaskan, untuk menjadi daerah yang maju dan diakui secara global, dibutuhkan kesiapan infrastruktur kebijakan dari pemerintah daerah serta dukungan kuat dari institusi pendidikan dalam bentuk riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.
Sejalan dengan itu, Hugua mengatakan Kota Kendari termasuk Sultra kini memiliki akses diplomasi untuk memperkenalkan kapasitas daerah ke dunia internasional lewat jejaring UCLG ASPAC yang semakin memperkuat posisinya di kancah global.
“Pertama untuk membuat Kota Kendari dan Sultra semakin terkenal di mata dunia internasional. Jago-jagongnya kita membuat apa saja, kalau tidak dimengerti orang, tidak ada nilai pembelajaran yang bisa kita share,” kata Hugua.
Sementara itu, Bernadia menyampaikan forum UCLG ASPAC 2026 di Kota Kendari akan diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari kepala daerah, akademisi, mitra internasional, hingga perwakilan negara seperti Tiongkok dan Turki. Pembahasan mencakup implementasi visi ASEAN 2045 di tingkat pemerintah daerah.
Fokus utama pertemuan relevan dengan potensi Kota Kendari yakni sustainable tourism. Output utama mencakup dokumen “Kendari Joint Action” yang akan dirilis pada 8 Mei. Isinya komitmen bersama terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan, community-based tourism, penguatan ekonomi lokal, serta ketahanan iklim (climate resilience).
Rangkaian kolaborasi strategis lanjutan adalah penandatanganan kerja sama sister city antara Kota Kendari dan Kota Yiwu, Tiongkok. Di bidang pendidikan, UHO berpartisipasi sebagai host International Seminar and Knowledge Forum tema pembangunan kota tangguh dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan UCLG ASPAC merupakan bagian dari jaringan pemerintah daerah terbesar di dunia dengan sekretariat regional Asia Pasifik berbasis di Jakarta. Anggotanya paling besar, mencakup delapan region dunia, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin, dengan Asia Pasifik.
Entitas yang secara resmi diakui oleh PBB itu tercatat menaungi 154 negara dengan koneksi ke lebih dari 7.000 kota dan pemerintah daerah. UCLG ASPAC bertujuan melayani kota-kota anggotanya sebagai pusat pengetahuan utama tentang semua isu pemerintahan lokal di kawasan Asia Pasifik, memungkinkan terjalinnya kemitraan, jaringan, dan program untuk membangun kapasitas pemerintah daerah dan asosiasi. Selain itu, UCLG ASPAC mengadvokasi pemerintah daerah secara politik dalam komunitas internasional, termasuk dengan PBB. Adm





