LAJUR.CO, KENDARI – Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota terdampak banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sultra, Dedet Ilnari Yustra mengatakan wilayah yang dilanda banjir dasyat meliputi Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Buton Utara.
Khusus dua daerah diantaranya telah merilis status kebencanaan. Masing-masing Kabupaten Kolaka Timur menetapkan status tanggap darurat, sedangkan Kabupaten Konawe berada pada level siaga darurat.
Pemerintah Provinsi Sultra sendiri belum merilis status bencana banjir yang mulai terjadi sejak Sabtu (9/5/2026). Khusus Kota Kendari yang melaporkan enam titik kejadian banjir, BPBD Sultra mengatakan kondisinya masih bisa terkendali.
“Untuk saat ini, kami dari BPBD Provinsi masih melakukan kaji cepat (rapid assessment). Beberapa daerah sudah menetapkan statusnya masing-masing, seperti Kolaka Timur yang sudah menetapkan status Tanggap Darurat, sementara Kabupaten Konawe baru pada tahap Siaga Darurat. Kalau untuk status darurat di tingkat provinsi, kami masih menunggu hasil kajian menyeluruh dan melihat perkembangan di lapangan sebelum mengeluarkan keputusan resmi,” jelas Dedet, ditemui di lokasi bencana banjir di kawasan Kali Wanggu, Baruga, Kota Kendari, Minggu (10/5/2026).
Dedet menyebut, musibah banjir dipicu curah hujan tinggi yang terjadi secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan koordinasi BPBD dengan BMKG, terdapat aktivitas siklon di wilayah bagian atas Sultra. Kondisi itu memicu peningkatan intensitas hujan ekstrem di sejumlah daerah.
“Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan pihak BMKG, memang terpantau ada aktivitas siklon di wilayah bagian atas Sultra. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan intensitas hujan yang sangat ekstrem di wilayah kita,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Sultra sendiri hingga kini masih melakukan kaji cepat atau rapid assessment untuk penentuan status bencana. Langkah itu dilakukan sebelum menentukan status darurat tingkat provinsi.
“Saat ini ada sekitar 6 wilayah kabupaten dan kota yang terdampak banjir. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Buton Utara, dan tentu saja Kota Kendari yang kita lihat sekarang. Curah hujan memang tinggi ,” ujar Dedet.
BPBD Sultra kini memfokuskan penanganan pada proses evakuasi warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir. Bantuan logistik juga mulai disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah.
“Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kami sudah menyerahkan sejumlah bantuan logistik ke beberapa titik yang terdampak parah,” katanya.
Selain logistik, BPBD Sultra berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendukung operasional dapur umum. Distribusi air bersih menjadi perhatian utama di lokasi pengungsian.
“Masalah air bersih juga menjadi prioritas, jadi kami mengerahkan mobil-mobil tangki air bersih ke lokasi pengungsian,” lanjut Dedet.
BPBD Sultra terus memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rendah.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada sebab intensitas hujan tinggi masih terus berlangsung. Terutama yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rendah, diarahkan segera mengungsi jika debit air terus naik. Adm





