LAJUR.CO, KENDARI – Warga Desa Pewutaa, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka mendapat edukasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan Promosi Kesehatan yang digelar PT Vale IGP Pomalaa di Kantor Desa Pewutaa, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan secara bergilir di wilayah operasional perusahaan. Saat pelaksanaan di Desa Pewutaa, PT Vale IGP Pomalaa menggandeng Puskesmas Baula dalam rangkaian promosi kesehatan tersebut.
Acara dihadiri Kepala Desa Pewutaa Saniasa, Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa dr. Aditya Hafria Vanani, Camat Baula Syahrial Darmawan, serta Kepala Puskesmas Baula Sukmawati.
Kepala Desa Pewutaa, Saniasa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mengenai pola hidup sehat sangat penting diterapkan di lingkungan masyarakat, terutama dalam lingkup keluarga.
“Biasanya masyarakat paham kesehatan itu penting, tapi perilaku hidup sehatnya belum maksimal. Semoga dengan kegiatan ini masyarakat makin paham bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Baula, Syahrial Darmawan menyebut promosi kesehatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit sejak dini.
“PHBS ini juga berkaitan dengan pencegahan stunting. Kontak dengan virus dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” tegas Syahrial.
Syahrial juga menyoroti masih adanya saluran drainase yang tersumbat sampah di lingkungan masyarakat. Kondisi itu dinilai dapat memicu genangan air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“Jangan lagi ada masyarakat yang menghambat saluran air di drainase karena bisa memicu banjir dan berkembangnya jentik nyamuk,” pungkasnya.
Sejumlah narasumber yang hadir memaparkan materi sesuai dengan isu kesehatan yang tengah berkembang di masyarakat setempat.
Karena saat ini wilayah Kolaka kerap diguyur hujan, topik yang dibahas pun lebih fokus pada PHBS di musim penghujan. Termasuk pentingnya menjaga sanitasi lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Pembicara dr. Aditya Hafria Vanani menekankan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD) di tengah meningkatnya curah hujan.
Menurutnya, faktor penyebab DBD tidak hanya dipengaruhi hujan. Perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan drainase juga menjadi pemicu munculnya DBD.
“Kalau got tersumbat atau sampah dibuang sembarangan, itu mempercepat perkembangbiakan nyamuk DBD. Satu orang membuang sampah sembarangan bisa berdampak ke satu desa,” urai dr. Aditya.
Olehnya itu, dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit DBD. Pemerintah maupun perusahaan, lanjutnya, berperan memperkuat pemahaman masyarakat terkait praktik PHBS di lingkungan masing-masing. Red





