LAJUR.CO, KENDARI – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden RI memberikan atensi serius terhadap penanganan banjir yang merendam permukiman warga di Kota Kendari sekaligus menghantam sentra pertanian di sejumlah daerah lumbung pangan seperti Konawe, Konawe Selatan (Konsel) hingga Kolaka Timur (Koltim).
Menindaklanjuti arahan Presiden RI usai rapat terbatas penanganan bencana, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kendari dan Konsel.
Mentan tampak didampingi Wakil Gubernur Sultra Dr Hugua, Plh Sekda Sultra Fadlansyah, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Bupati Konsel Wahyu Ade Pratama, dan Bupati Konawe Utara (Konut) H Ikbar.
Begitu landing di Sultra, Mentan Amran langsung menyambangi Desa Amohalo, salah satu sentra pertanian yang terdampak banjir di Konsel.
Kata dia, pemerintah pusat melalui Kementan RI menyiapkan bantuan pemulihan lahan pertanian dan infrastruktur pertanian puluhan miliar untuk Sultra. Mentan Amran meminta seluruh kepala daerah di Sultra bergerak cepat melengkapi administrasi dan segera mengirim surat resmi agar bantuan pemerintah pusat bisa langsung dieksekusi.
“Terakhir untuk Kepala Daerah, cepat menyurat supaya kita bisa tangani cepat. Jadi bagaimana mengirim surat, kita eksekusi,” kata Amran, Selasa (12/5/2026).
Tak hanya bantuan darurat, pemerintah pusat fokus memulihkan sektor pertanian yang terdampak banjir. Amran bilang, ada sekitar 2.000 hektare sawah yang mengalami kerusakan akibat banjir.
“Kemudian bantuan benih padi karena ada sawah rusak itu 2.000 hektar. Kemudian alat mesin pertanian dan seterusnya kurang lebih Rp10 miliar,” ujar Amran.
Total dukungan anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk penanganan dampak banjir dan pemulihan lahan pertanian di Sultra bisa mencapai Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
“Kami kasih benih gratis, kami kasih traktor, kemudian perbaiki tanggul-tanggul yang jebol. Tadi ada minta Konawe Utara 1.200 hektar dan daerah-daerah lainnya, Konsel, kami penuhi. Kalau total semuanya itu mungkin Rp20-30 miliar, tapi yang kita realisasikan dulu Rp10 miliar. Nanti aku tunggu permohonannya. Kita bantu Sulawesi Tenggara,” tegasnya.
Mentan mengatakan dirinya langsung berangkat ke Sultra usai menerima laporan banjir pada dini hari. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.
“Tadi aku terima laporan tadi subuh, kurang lebih jam 1 mungkin jam 2 saya putuskan berangkat ke sini. Ini mendadak, aku minta maaf pada Pak Wakapolda, Wakil Gubernur, para Wali Kota, bapak Wali Kota dan Bupati. Aku datang mendadak karena ini adalah duka, masalah ini adalah masalah kita semua,” ujarnya.
Ia menegaskan, kunjungannya ke Sultra merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI setelah rapat terbatas terkait penanganan daerah terdampak bencana di Sulawesi.
“Sesuai perintah pemerintah, setelah tadi malam rapat dengan Bapak Presiden (Ratas), kami izin keliling, termasuk Sulawesi Selatan dan Sultra yang kena bencana,” ujarnya.
Sebagai langkah awal penanganan, Kementerian Pertanian langsung menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir di Kendari berupa 30 ton beras dan 1,5 ton minyak goreng.
“Nah, di sini tadi kami langsung kirim beras dengan minyak goreng; ada beras 30 ton, minyak goreng 1,5 ton. Kita kirim,” katanya.
Amran juga memastikan stok cadangan beras nasional dalam kondisi aman meski sejumlah daerah penyangga produksi pangan sedang dilanda bencana banjir.
“Stok berasnya 5,3 juta ton. Itu tentara bantu kita, polisi, bupati, semua. Sekarang kita punya beras 5,3 juta ton, kami laporkan ke Bapak Presiden tadi malam. Tertinggi selama Republik ini berdiri,” ungkapnya.
Ia menambahkan, data stok beras tersebut berasal dari berbagai lembaga nasional dan internasional, termasuk BPS, FAO, hingga USDA Amerika Serikat.
“Datanya dari BPS, FAO, kemudian Amerika (USDA). Kita juga tidak ada keluarkan rekomendasi impor,” katanya. Adm





