LAJUR.CO, KENDARI – Dua jemaah calon haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci setelah mengalami gangguan kesehatan saat tiba di Embarkasi Haji Makassar. Kedua jemaah tersebut yakni Maulidi asal Konawe Selatan yang tergabung dalam Kloter 34 dan M Basir asal Kolaka Utara dari Kloter 35.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sultra, Muh. Lalan Jaya, menegaskan keduanya bukan batal berangkat haji, melainkan hanya tertunda karena harus menjalani perawatan medis.
“Bukan batal berangkat, tapi tertunda,” kata Lalan Jaya saat diwawancarai, Sabtu (16/5/2026).
Lalan menjelaskan, Maulidi mengalami luka di kaki akibat tertusuk paku saat masih berada di Konawe Selatan. Kondisinya memburuk setelah tiba di Embarkasi Makassar. Ia pun harus menjalani perawatan di RS Tajuddin Chalid Makassar.
“Di Kloter 34 kan sudah terbang kemarin. Ada satu jemaahnya yang dalam perawatan, di-opname dulu 1–2 hari dibersihkan lukanya karena dia luka akibat terinjak paku. Oleh dokter yang merawat di Rumah Sakit Tajuddin dirujuk, itu menyampaikan bahwa jemaah ini dirawat dulu 1 sampai 2 hari. Insyaallah besok sudah kembali ke Embarkasi Makassar,” ujar Lalan.
Menurutnya, setelah kondisi Maulidi membaik, jemaah tersebut akan dialihkan ke kloter berikutnya untuk diberangkatkan ke Arab Saudi.
Sementara itu, jemaah asal Kloter 35 bernama M Basir diketahui harus menjalani perawatan di RS Wahidin Makassar. Ia ditengarai mengalami kelelahan dan stres selama proses perjalanan menuju embarkasi.
“Namanya orang tua, faktor kelelahan dan stres sehingga tidak lancar buang air kecil. Sehingga butuh perawatan lebih lanjut,” jelasnya.
Lalan mengaku sempat memberikan motivasi kepada salah satu jemaah yang merasa putus asa karena khawatir gagal berangkat haji tahun ini. Apalagi, antrean keberangkatan ke Tanah Suci butuh waktu belasan tahun.
“Tapi saya sudah cium (pipi) tadi, alhamdulillah setelah saya motivasi, awalnya dia kayaknya putus asa mau berangkat karena melihat kondisinya, saya bilang jangan. Pak haji sudah siap berangkat ini, jadi insyaallah akan berangkat,” katanya.
Ia memastikan panitia tetap mengupayakan kedua jemaah tersebut bisa berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan pulih dan layak terbang oleh dokter.
“Harus pulih dan harus ada rekomendasi dari dokter. Semua yang menentukan ini dokter, layak terbang atau tidaknya. Tapi insyaallah saya optimistis dua-duanya bisa berangkat,” ujarnya.
Lalan mengatakan Sultra masih memiliki sejumlah kloter keberangkatan menuju Tanah Suci, yakni Kloter 37 hingga Kloter 43. Nantinya, kedua jemaah akan disisipkan pada kloter yang masih memiliki kursi kosong.
“Mekanisme pemberangkatan jemaah haji yang tertinggal karena sakit akan menyesuaikan dengan seat penerbangan yang kosong,” terang Lalan.
Sejauh ini, Kanwil Kemenag Sultra telah memberangkatkan tiga kloter jemaah haji, yakni Kloter 32, 34, dan 35. Sementara Kloter 36 dijadwalkan berangkat pada dini hari. Adm





