BERITA TERKINIHEADLINE

Enam Bakal Calon Kepsek ‘Tour’ Belajar ke SMAN 2 Kendari, Ada yang Jauh Dari Wangi-Wangi

×

Enam Bakal Calon Kepsek ‘Tour’ Belajar ke SMAN 2 Kendari, Ada yang Jauh Dari Wangi-Wangi

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak enam peserta Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 melakukan kunjungan belajar atau “tour” pendidikan di SMAN 2 Kendari. Selama empat hari, para peserta mempelajari berbagai praktik baik yang diterapkan sekolah tersebut, mulai dari kepemimpinan, pengelolaan sumber daya, hingga perencanaan program berbasis data.

SMAN 2 Kendari menjadi salah satu sekolah rujukan dalam pelatihan BCKS yang digelar bagi calon kepala sekolah dari sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara.

Enam peserta yang tergabung dalam Kelompok I berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sultra. Mereka adalah Sigit Wibowo dari SMAN 1 Tanggetada Kabupaten Kolaka sebagai ketua kelompok, Wa Hamida dari SMAN 4 Baubau, Wa Ode Nursaban dari SMAN 1 Kontunaga, Muhamad Syahrir dari SMAN 10 Bombana, Ali Zahman dari SMAN 2 Wangi-Wangi, dan Damarudin dari Kabupaten Konawe.

Ketua Kelompok I, Sigit Wibowo, mengatakan kunjungan ke SMAN 2 Kendari memberikan banyak pengalaman berharga terkait tata kelola sekolah yang efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Baca Juga :  Andi Sumangerukka Pimpinan Upacara HUT, Serukan Persatuan & Tata Kelola Pembangunan Sultra

Selama kegiatan berlangsung pada 8 hingga 11 Juni 2026, para peserta mempelajari berbagai aspek penting yang menjadi tugas kepala sekolah. Materi yang dipelajari mencakup kepemimpinan sekolah, penyusunan visi dan Perencanaan Berbasis Data (PBD), pengelolaan sumber daya, hingga supervisi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

“Alhamdulillah, kami disambut dengan sangat ramah dan terbuka. Semua informasi yang kami butuhkan dapat kami peroleh dengan baik,” kata Sigit, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, SMAN 2 Kendari layak dijadikan sekolah rujukan karena mampu menunjukkan praktik pengelolaan sekolah yang berhasil dan dapat direplikasi di sekolah lain.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Muhamad Syahrir. Ia mengaku memperoleh banyak pembelajaran yang nantinya dapat diterapkan saat kembali ke sekolah masing-masing.

Menurutnya, praktik baik yang dipelajari tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan akademik, tetapi juga menyangkut kesiswaan, tata kelola organisasi sekolah, hingga pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  115 Lokasi Utama Salat Iduladha Kota Kendari, Siska - Sudirman Kompak Ikut di Lapangan Torada

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal bagi kami ketika nanti kembali ke sekolah dan dipercayakan menjadi kepala sekolah,” ujarnya.

Syahrir juga mengapresiasi keterbukaan pihak SMAN 2 Kendari yang bersedia membagikan pengalaman dan strategi yang selama ini diterapkan dalam mengelola sekolah.

Salah satu hal yang menarik perhatian peserta adalah sistem pengelolaan anggaran yang melibatkan banyak pihak. Dalam proses penyusunan program dan anggaran, sekolah tidak hanya melibatkan kepala sekolah dan bendahara, tetapi juga guru, wakil kepala sekolah, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, perencanaan program dilakukan berdasarkan rapor mutu pendidikan, data internal sekolah, serta kebutuhan nyata yang ada di lingkungan sekolah. Pendekatan tersebut dinilai membuat program yang disusun lebih tepat sasaran.

“Itu yang kami dapatkan di sini dan menjadi inspirasi bagi kami ketika kembali ke daerah masing-masing untuk diterapkan. Melihat keberhasilan SMAN 2 Kendari, pengelolaannya sudah sangat baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Produktif di Masa Purnabakti, Pensiunan ASN Kehutanan Kompak Tanam Pohon di Ummusshabri

Peserta BCKS dari SMAN 2 Wangi-Wangi, Ali Zahman, juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, beserta seluruh jajaran sekolah yang telah menerima dan mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, penunjukan SMAN 2 Kendari sebagai sekolah rujukan menunjukkan kepercayaan Dinas Pendidikan terhadap kualitas tata kelola yang dimiliki sekolah tersebut.

“Makanya oleh Dinas Pendidikan, sekolah ini dijadikan sekolah rujukan atau sekolah mentor bagi kami para peserta BCKS,” katanya.

Sebagai informasi, Pelatihan BCKS merupakan tahapan kelima dalam proses Seleksi Calon Kepala Sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 Pasal 14.

Pelatihan tersebut diperuntukkan bagi peserta yang telah lulus seleksi administrasi dan seleksi substansi, serta diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) sesuai wilayah masing-masing.

Laporan: Ika Astuti

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x