BERITA TERKINIHEADLINE

Wagub Sultra Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun, Wisuda Dihadiri Mendagri

×

Wagub Sultra Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun, Wisuda Dihadiri Mendagri

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua berhasil meraih gelar doktor di usia 65 tahun. Di tengah padatnya aktivitas sebagai orang nomor dua di Sultra, Hugua mampu menuntaskan studi Program Doktor Ilmu Pemerintahan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan prestasi membanggakan.

Keberhasilan Hugua menyelesaikan studi doktoral di usia 65 tahun membuktikan jika semangat belajar tidak dibatasi usia maupun jabatan. Di tengah tanggung jawab sebagai Wakil Gubernur Sultra, ia menunjukkan pengabdian kepada daerah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas akademik, sekaligus menjadi inspirasi bagi ASN dan generasi muda untuk terus belajar sepanjang hayat.

Mantan Bupati Wakatobi itu diketahui mengikuti prosesi wisuda yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada prosesi Wisuda IPDN Tahun 2026 di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (26/7/2026). Prosesi tersebut mencakup lulusan jenjang sarjana, magister, doktor, hingga pendidikan profesi.

Pada momen itu, Tito Karnavian secara resmi mewisuda 1.404 lulusan IPDN Tahun 2026. Ribuan mahasiswa yang dikukuhkan, termasuk Hugua yang berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Baca Juga :  PT Vale Promosikan Anyaman Teduhu Luwu Timur di Ajang Dekranas 2026

Prosesi wisuda turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Sekretaris Jenderal Badan Kepegawaian Negara (BKN), Deputi Kementerian PAN-RB, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, Bupati Sumedang, serta sejumlah pejabat nasional lainnya.

Hugua menyelesaikan pendidikan doktoralnya hanya dalam waktu enam semester atau tiga tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,73. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Lahir di Usuku, Kecamatan Tomia Timur, Kabupaten Wakatobi pada 31 Desember 1961, Hugua memiliki rekam jejak panjang di dunia pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Wakatobi selama dua periode, kemudian menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sultra, hingga kini dipercaya sebagai Wakil Gubernur Sultra mendampingi Gubernur Andi Sumangerukka.

Pada program doktoralnya, Hugua mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Sultra.”

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kunjungan wisatawan ke Sultra dibandingkan rata-rata nasional. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai belum optimal, sementara berbagai persoalan lingkungan masih menjadi tantangan dalam pengembangan destinasi wisata di daerah.

Baca Juga :  UHO Masuk 10 Besar Kampus Hijau Indonesia, Peringkatnya di Atas UI

Melalui riset tersebut, Hugua bertujuan menganalisis pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal sekaligus merumuskan model pengembangan yang dapat diterapkan di Sultra.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata daerah dapat ditingkatkan melalui berbagai aspek, mulai dari memahami motivasi wisatawan yang didominasi minat berpetualang, eksplorasi budaya, kuliner khas, hingga pencarian pengalaman baru. Penelitian itu juga menemukan bahwa ekspektasi wisatawan masih belum sepenuhnya terpenuhi akibat keterbatasan atraksi budaya, penyelenggaraan ritual atau event, serta layanan publik.

Selain itu, keindahan bahari dan kekayaan budaya lokal masih menjadi daya tarik utama Sultra. Namun, keterbatasan aksesibilitas antarwilayah menyebabkan biaya dan waktu perjalanan menjadi lebih tinggi sehingga membatasi kunjungan wisatawan, terutama mereka yang memiliki waktu libur terbatas. Penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya transparansi informasi mengenai harga, akses, dan fasilitas wisata melalui platform digital.

Penelitian ini juga menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, hingga media. Penguatan desa wisata, promosi digital, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan atraksi budaya menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata di Sultra.

Baca Juga :  Pertamina Klaim Operasional Energi Tetap Aman Usai Gempa M 7,7 Guncang Sulawesi Utara

Dari penelitian tersebut, Hugua melahirkan sebuah konsep baru bernama Model HUGUA, yakni model pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal yang terdiri atas lima pilar utama, yaitu Humanity, Uniqueness, Governance, Universal Promotion, dan Accessibility.

Di balik keberhasilannya meraih gelar doktor, Hugua mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara menjalankan amanah sebagai Wakil Gubernur Sultra dengan menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

“Tantangan terbesar dalam membagi waktu, tentunya antara kewajiban dan amanah sebagai wagub harus terlebih dahulu, sambil beriringan dengan menyelesaikan studi doktoral,” kata Hugua.

Ia berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi, khususnya bagi generasi muda di lingkungan birokrasi dan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan.

“Anda masih muda punya waktu banyak, lanjutkan studi dan terus belajar untuk pengembangan kompetensi personal sehingga bisa memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar dan luas lagi, khususnya bagi Provinsi Sultra,” pesan Hugua. Adm

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x