LAJUR.CO, KENDARI – Suksesi kepemimpinan di Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 mulai menjadi perhatian publik. Di tengah proses pemilihan rektor yang tengah berlangsung, keterbukaan para bakal calon melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) turut menjadi sorotan.
Sebanyak 10 akademisi telah mendaftar sebagai bakal calon Rektor UHO. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan pengalaman kepemimpinan, mulai dari guru besar, dekan, hingga pejabat struktural di lingkungan universitas. Selain menawarkan visi dan program pengembangan kampus, para kandidat juga dinilai dari aspek transparansi sebagai bagian dari akuntabilitas publik.
Berdasarkan penelusuran pada laman resmi LHKPN, data harta kekayaan sembilan dari 10 bakal calon Rektor UHO dapat diakses publik. Sementara itu, data LHKPN milik Prof. Ma’ruf Kasim belum ditemukan pada laman resmi LHKPN hingga berita ini disusun.
Dari data yang tersedia, Assoc. Prof. Baru Sadarun tercatat sebagai bakal calon dengan nilai harta kekayaan terbesar, yakni sekitar Rp14,06 miliar.
Posisi berikutnya ditempati Prof. Dr. Ruslin dengan total harta kekayaan sekitar Rp5,84 miliar, disusul Prof. Dr. Edy Karno sebesar Rp4,24 miliar, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili sekitar Rp3,87 miliar, dan Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande sekitar Rp3,83 miliar.
Selanjutnya, Prof. Dr. Yusuf Sabilu tercatat memiliki harta kekayaan sekitar Rp3,16 miliar, kemudian Dr. Herman sekitar Rp2,56 miliar, Prof. Dr. Ida Usman sebesar Rp1,11 miliar, serta Dr. Muliddin sekitar Rp781,5 juta.
Besaran harta kekayaan tersebut merupakan data yang tercantum dalam laporan LHKPN terakhir yang tersedia pada laman resmi KPK dan dapat berubah sesuai pembaruan laporan masing-masing wajib lapor.
Menanggapi data tersebut, Assoc. Prof. Baru Sadarun membenarkan nilai harta kekayaannya yang tercantum dalam LHKPN.
“Kalau berdasarkan yang saya laporkan, memang nilai yang tercatat di LHKPN sebesar itu,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, nilai tersebut merupakan akumulasi aset yang dimiliki selama menjalani karier, termasuk ketika bertugas di Jakarta. Aset tersebut meliputi tanah, bangunan, serta sejumlah properti lainnya, termasuk yang berada di Bogor.
Menurutnya, angka yang tercantum merupakan laporan harta kekayaan terakhir yang disampaikan pada 2025. Adapun laporan untuk tahun berjalan masih dalam proses sehingga belum tersedia pada laman resmi LHKPN.
Berikut daftar harta kekayaan bakal calon Rektor UHO periode 2026–2030 berdasarkan data LHKPN:
1. Assoc. Prof. Baru Sadarun – Rp14,06 miliar
2. Prof. Dr. Ruslin – Rp5,84 miliar
3. Prof. Dr. Edy Karno – Rp4,24 miliar
4. Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili – Rp3,87 miliar
5. Prof. Dr. La Ode Santiaji Bande – Rp3,83 miliar
6. Prof. Dr. Yusuf Sabilu – Rp3,16 miliar
7. Dr. Herman – Rp2,56 miliar
8. Prof. Dr. Ida Usman – Rp1,11 miliar
9. Dr. Muliddin – Rp781,5 juta
10. Prof. Ma’ruf Kasim – Data LHKPN belum ditemukan pada laman resmi LHKPN.
Meski besaran harta kekayaan bukan menjadi indikator dalam menentukan kualitas kepemimpinan seorang calon rektor, keterbukaan melalui LHKPN menjadi bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas publik yang melekat pada penyelenggara negara.
Sementara itu, proses pemilihan Rektor UHO periode 2026–2030 masih akan berlanjut. Sebanyak 10 bakal calon dijadwalkan mengikuti tahapan penyampaian visi, misi, dan program kerja pada 30 Juni 2026 di Auditorium Mokodompit UHO.
Pada forum tersebut, masing-masing bakal calon akan memaparkan gagasan serta arah pengembangan universitas di hadapan panelis yang mewakili berbagai unsur, mulai dari dosen, guru besar, tenaga kependidikan, alumni UHO, mahasiswa, pemangku kepentingan (stakeholder), hingga mitra strategis universitas. Tahapan pemaparan visi misi menjadi salah satu agenda penting dalam proses penjaringan calon rektor sebelum memasuki tahapan pemilihan berikutnya.
Laporan: Ika Astuti




