LAJUR.CO, KENDARI – Sebanyak 432 siswa baru SMAN 2 Kendari mulai mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Selain memperkenalkan budaya dan tata tertib sekolah, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi pencegahan perundungan atau anti-bullying sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Kegiatan MPLS yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, mengusung tema “MPLS Ramah, Hari Baru Nyaman, dan Tumbuh Berkarakter”. Melalui program tersebut, SMAN 2 Kendari membekali peserta didik baru dengan pemahaman tentang nilai kedisiplinan, etika, sopan santun, serta pentingnya menjaga hubungan positif antarwarga sekolah.
Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa sejak awal memasuki jenjang pendidikan baru.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam menghadirkan ruang belajar yang ramah anak dan terbebas dari berbagai bentuk tindakan perundungan.
“Sekolah itu kita harapkan menjadi rumah kedua bagi siswa, karena suasana yang diciptakan betul-betul jauh dari perundungan dan lainnya, sehingga mereka tumbuh berkarakter,” ujar Nur Aida kepada awak media, Senin (13/7/2026).
Ia menjelaskan, jumlah peserta MPLS tahun ini sesuai dengan kuota yang ditetapkan dalam petunjuk teknis (juknis), yakni sebanyak 432 siswa. Para peserta tersebut terbagi dalam 12 rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berjumlah 36 siswa.
“Seluruh rangkaian MPLS kami susun agar mampu menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan ramah lingkungan,” katanya.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik baru mendapatkan berbagai materi penguatan karakter, termasuk edukasi anti-bullying dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan kesadaran siswa agar mampu menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai dan menjunjung sikap positif.
Selain itu, siswa diperkenalkan dengan sejumlah program pembiasaan, seperti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, program Pagi Ceria, etika dan sopan santun dalam bermedia sosial, serta budaya 5S yang meliputi senyum, sapa, salam, sopan, dan santun.
Pengenalan lingkungan sekolah turut menjadi bagian penting dalam rangkaian MPLS. Para siswa dikenalkan dengan fasilitas sekolah, aturan yang berlaku, serta berbagai budaya positif yang diterapkan di SMAN 2 Kendari.
Nur Aida berharap para siswa baru dapat beradaptasi dengan baik dan menjadikan sekolah sebagai tempat untuk mengembangkan potensi diri, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ia menyebut, peserta didik diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang sesuai dengan visi SMAN 2 Kendari, yakni berkarakter Pancasila, unggul dalam prestasi, serta memiliki daya saing global.
“Harapannya, selain memiliki karakter yang kuat, mereka juga mempunyai keunggulan sesuai potensi masing-masing dan mampu bersaing secara global. Saat ini pun sudah ada siswa kami yang berada di luar negeri,” ungkapnya.
Lewat pelaksanaan MPLS ini, SMAN 2 Kendari menargetkan peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang menjadi fondasi dalam membangun budaya belajar yang positif, inklusif, dan berprestasi.
Laporan: Ika Astuti



