LAJUR.CO, KENDARI – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq melakukan safari pendidikan ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk memastikan anak-anak pesisir, termasuk dari komunitas Suku Bajo, memperoleh layanan pendidikan yang bermutu. Pada kunjungan itu, Fajar menyapa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), meninjau sekolah pesisir, hingga mengecek langsung kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah kepulauan.
Langkah Wamen Fajar hadir di tengah komunitas masyarakat pesisir menjadi bagian dari upaya memastikan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan berjalan hingga daerah terluar. Ia ikut melihat langsung sarana dan prasarana sekolah serta pelaksanaan sejumlah program Kemendikdasmen.
“Saya sudah lama ingin datang ke Wakatobi. Selama ini kita mengenalnya sebagai salah satu kawasan laut terindah di dunia. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anak-anak di sini memperoleh layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Fajar yang kala itu didampingi Wakil Gubernur Sultra Hugua, Bupati Wakatobi Haliana, Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo serta instansi terkait.
Menurut dia, meningkatnya konektivitas menuju Wakatobi diharapkan tidak hanya mendorong sektor pariwisata, tetapi juga memperluas akses pendidikan. Konektivitas yang semakin baik juga dinilai mampu memperkuat kolaborasi dan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Wakatobi untuk melanjutkan pendidikan.
Agenda kunjungan Wamendikdasmen hari itu diawali di SMP Negeri 1 Wangi-Wangi. Di sekolah tersebut, Fajar berdialog dengan peserta MPLS Ramah mengenai cita-cita, pentingnya hidup sehat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Suasana berlangsung hangat ketika ia bernyanyi bersama para siswa dan mengajak mereka membangun semangat belajar, hidup rukun, serta saling menghargai sejak hari pertama sekolah.
Fajar menyempatkan meninjau hasil revitalisasi SMP Negeri 1 Wangi-Wangi yang memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp1,024 miliar pada Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan harus diiringi dengan peningkatan mutu pembelajaran agar siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.
Kunjungan kemudian berlanjut ke SD Maritim Mola dan SMP Maritim Mola di Desa Mola Utara, Kecamatan Wangi-Wangi. Kedua sekolah tersebut melayani pendidikan bagi anak-anak Suku Bajo. Di lokasi itu, Fajar melihat proses pembelajaran, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), serta kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Saat meninjau SD Maritim Mola, Fajar langsung menghubungi Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, melalui sambungan telepon. Ia meminta agar proses revitalisasi sekolah dipercepat. Percakapan itu disaksikan para guru, kepala sekolah, dan siswa yang sedang mengikuti MPLS. Respons cepat tersebut disambut antusias warga sekolah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah kepulauan.
Menurut Fajar, penyelenggaraan pendidikan di daerah kepulauan membutuhkan pendekatan yang inklusif dan adaptif, termasuk bagi masyarakat Suku Bajo yang memiliki budaya maritim yang kuat.
“Anak-anak Suku Bajo memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu. Pendidikan harus hadir secara inklusif dan adaptif, menghargai budaya lokal sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi masa depan. Negara tidak boleh membiarkan ada satu pun anak Indonesia tertinggal karena kondisi geografisnya,” tegasnya.
Rangkaian safari pendidikan dilanjutkan ke SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi yang juga menerima peserta didik dari komunitas Suku Bajo. Fajar meninjau hasil revitalisasi sekolah senilai Rp1,5 miliar yang sebelumnya telah diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Ia berkeliling melihat ruang belajar dan bangunan yang telah direvitalisasi. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pembelajaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
Tokoh masyarakat Suku Bajo sekaligus pengurus Sekolah Maritim Mola, Nurdin, mengapresiasi kunjungan Wamendikdasmen ke sekolah mereka.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wamen. Ini menjadi bukti bahwa negara benar-benar menyapa masyarakat di wilayah kepulauan. Anak-anak semakin bersemangat mengikuti MPLS karena merasa diperhatikan langsung oleh pemerintah. Kami berharap perhatian terhadap pendidikan anak-anak Suku Bajo terus berlanjut agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.
Menutup kunjungannya, Fajar menegaskan pembangunan pendidikan harus berjalan beriringan dengan potensi besar yang dimiliki Wakatobi.
“Wakatobi telah dikenal dunia karena keindahan lautnya. Kini tugas kita memastikan anak-anak Wakatobi juga dikenal karena kecerdasan, karakter, dan prestasinya. Itulah makna sesungguhnya dari Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tutupnya. Adm



