LAJUR.CO, KENDARI – Progres proyek revitalisasi gerbang utama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari senilai Rp7,31 miliar terus menunjukkan perkembangan signifikan. Selain struktur gerbang yang mulai berdiri, penataan jalur pedestrian, median jalan, hingga kawasan pintu masuk kampus kini mulai terbentuk sehingga wajah baru UHO semakin terlihat.
Berdasarkan pantauan Lajur.co di lokasi, sejumlah pekerjaan konstruksi masih berlangsung. Namun, perubahan di kawasan pintu masuk kampus terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra) itu sudah tampak cukup signifikan dibandingkan sebelum revitalisasi dimulai.
Di area gerbang utama, struktur bangunan kini telah berdiri dan menjadi penanda wajah baru UHO. Tepat di bagian depannya, kawasan lanskap mulai ditata menggunakan pasangan batu alam bertingkat yang dipadukan dengan taman berbentuk melingkar. Meski masih dalam tahap pengerjaan, desain kawasan tersebut mulai memperlihatkan konsep gerbang yang lebih modern dan representatif.
Jalur pedestrian di sekitar gerbang juga mulai terbentuk. Fasilitas pejalan kaki tersebut dilengkapi bollard berbentuk bola yang berfungsi sebagai pembatas sekaligus memperkuat estetika kawasan pintu masuk kampus.
Sementara itu, akses menuju gerbang utama masih ditutup menggunakan pagar seng proyek. Di lokasi terpasang papan pemberitahuan bertuliskan, “Mohon Maaf, Jalan Ditutup Sementara. Ada Pekerjaan Revitalisasi Gerbang Utama Kampus UHO.”
Tak hanya berfokus pada pembangunan gerbang, revitalisasi juga menyasar ruas jalan menuju Tugu UHO. Di bagian tengah jalan telah dibangun deretan planter beton yang difungsikan sebagai median taman. Sebagian area tersebut bahkan sudah ditanami pepohonan sehingga mulai menghadirkan nuansa hijau di koridor utama kampus.
Di sisi kanan dan kiri jalan, jalur pedestrian juga mulai tersambung dengan penataan median. Kehadiran elemen tersebut membuat kawasan pintu masuk UHO terlihat lebih tertata, rapi, dan nyaman dibandingkan kondisi sebelumnya.
Beberapa ruas jalan kini telah memasuki tahap pengerasan sebagai persiapan pengaspalan. Material berupa batu pecah, pasir, dan perlengkapan konstruksi masih terlihat di sejumlah titik untuk mendukung proses pemerataan jalan menggunakan alat berat.
Selama proses pembangunan berlangsung, sebagian akses kendaraan menuju kawasan dalam kampus dialihkan ke jalur di sisi sebelahnya agar aktivitas konstruksi tetap berjalan tanpa mengganggu mobilitas civitas akademika.
Ketua BEM FKIP UHO, Hendrawan Sai Nudin, menilai pembangunan gerbang baru akan memberikan dampak positif terhadap citra kampus. Menurutnya, penataan kawasan pintu masuk membuat UHO tampil lebih modern sebagai perguruan tinggi terbesar di Bumi Anoa.
Meski demikian, ia berharap pembangunan infrastruktur juga menyentuh fasilitas penunjang kegiatan akademik yang digunakan mahasiswa setiap hari.
“Menurut saya, ruang-ruang kuliah juga harus menjadi prioritas. Masih ada beberapa ruang perkuliahan, termasuk di FKIP UHO, yang kondisinya belum layak digunakan. Harapan kami, ke depan tidak hanya gerbang yang dibangun, tetapi fasilitas belajar mahasiswa juga ikut diperbaiki agar proses perkuliahan menjadi lebih nyaman,” ujarnya.
Berdasarkan papan informasi proyek, UHO menggelorkan Rp7.314.870.113 untuk penataan gerbang utama kampus. Proyek tersebut mulai digarap 25 Mei 2026 dan ditargetkan rampung pada 21 September 2026.
Revitalisasi gerbang beserta penataan kawasan pintu masuk itu diharapkan menjadi wajah baru UHO sekaligus meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta estetika lingkungan kampus bagi mahasiswa maupun masyarakat yang berkunjung.
Laporan: Ika Astuti



