LAJUR.CO, KENDARI – Pemandangan ironis terlihat di depan Markas Komando Korem 143/Haluoleo, Jalan Drs. H. Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sebuah usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran atau Pertamini menjajakan Pertalite bersubsidi tepat di teras Minimarket HO. Minimarket tersebut diketahui merupakan bagian dari usaha korps TNI.
Lokasinya hanya berjarak sekitar 10 meter dari pos penjagaan Korem 143/Haluoleo. Kedua lokasi bahkan saling berhadapan. Hanya dipisahkan oleh badan jalan.
Pantauan Lajur.co, Senin (14/9/2026), mesin dispenser Pertamini tampak berdiri di area teras Minimarket HO. BBM Pertalite dijual kepada pengendara yang ohal lama mengantre BBM subsidi di SPBU. Lokasi Pertamini di bibir markas TNI terbilang sangat strategis. Berada di tengah kota, akses jalan protokol dan berdekatan dengan Pasar Mandonga dan Pasar Korem Kendari.
Praktik penjualan Pertalite secara eceran sendiri kini tengah menjadi sorotan di tengah persoalan kelangkaan BBM subsidi dan panjangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Kendari.
Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi semestinya diperoleh masyarakat melalui saluran resmi seperti SPBU. Namun, penjualan secara eceran menggunakan mesin dispenser Pertamini justru masih mudah ditemukan di sejumlah titik di Kendari. Pertamini sendiri mengambil plesetan nama Pertamini dengan warna dominan berah dan putih khas milik BUMN tersebut.
Harga yang ditawarkan Pertamini memang jauh lebih tinggi dibandingkan harga di SPBU. Jika Pertalite di SPBU dijual sekitar Rp10 ribu per liter, pedagang Pertamini membanderol BBM tersebut hingga Rp15 ribu per liter. Terdapat selisih harga sekitar Rp5 ribu untuk setiap liter yang bikin bisnis BBM subsidi eceran legit.
Namun, BBM eceran di Kota Kendari tetap ramai lantaran sulitnya mendapat jatah Pertalite di SPBU. Stok di lapak eceran relatif mudah ditemukan ketika warga harus menghadapi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar dan kemungkinan kehabisan stok.
Antrean panjang membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Antrean BBM hingga ratusan kilometer menjadi pemandangan umum setiap hari di semua SPBU Kota Kendari. Adm



