LAJUR.CO, KENDARI – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggandeng komunitas masyarakat, pemerintah daerah, pelajar, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat upaya perlindungan ekosistem laut di Sulawesi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi coastal clean up atau bersih-bersih pantai di kawasan Pantai Tangkoko, Batuputih Bawah, Kota Bitung, sebagai langkah menjaga kebersihan pesisir sekaligus mengurangi pencemaran sampah plastik.
Kolaborasi itu melibatkan PTK bersama Pertamina Group yang beroperasi di wilayah Bitung, Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta unsur pemerintah kelurahan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), komunitas, masyarakat, hingga siswa sekolah dasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, mengatakan kegiatan coastal clean up bertujuan menjaga kawasan pesisir dari sampah, terutama sampah plastik yang berpotensi terbawa arus laut dan mengancam kehidupan biota laut.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga secara langsung mengambil tindakan nyata untuk menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir. Perubahan besar selalu dimulai dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan,” ujar Eko di sela kegiatan Coastal Clean Up and Coastal Education di Bitung, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Eko, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan.
Pantai Tangkoko sendiri memiliki peran strategis bagi ekosistem laut dunia. Berdasarkan studi Seascapes Working Group CTI-CFF, kawasan tersebut merupakan bagian dari Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang, yang dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.
Melalui aksi kolaboratif tersebut, PTK berharap Pantai Tangkoko dapat kembali menjalankan perannya sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi. Kawasan pesisir yang bersih dinilai mampu meningkatkan daya tarik wisata, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, menambahkan kehadiran PTK di Sulawesi, khususnya Kota Bitung, diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem maritim yang sehat sekaligus mendukung terwujudnya industri pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
“Sebagai pilar utama dalam industri maritim, kesehatan ekosistem laut menjadi prioritas jangka panjang bagi PTK. Komitmen keberlanjutan tersebut memastikan operasional industri dan kelestarian alam dapat berjalan beriringan,” kata Dewi.
Kegiatan coastal clean up ini juga menjadi bagian dari komitmen PTK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang Ekosistem Laut dan tujuan ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim. Rls



