BERITA TERKINIEKOBISHEADLINE

Peresmian Dihadiri Menteri, OJK Hadirkan Ekosistem Keuangan Inklusif di KNMP Sorue Jaya Konawe

×

Peresmian Dihadiri Menteri, OJK Hadirkan Ekosistem Keuangan Inklusif di KNMP Sorue Jaya Konawe

Sebarkan artikel ini

LAJUR.CO, KENDARI – Akses keuangan bagi masyarakat pesisir di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus diperkuat. Langkah tersebut ditandai dengan soft launching kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Sorue Jaya yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Program kolaborasi yang melibatkan OJK Sultra, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta industri jasa keuangan ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat pesisir terhadap layanan keuangan formal. Mulai dari pembiayaan produktif, tabungan, literasi keuangan hingga perlindungan sosial.

Peresmian program tersebut dihadiri langsung Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Sultra Hugua, Anggota DPD RI Komisi IV Leni Andriani Surunuddin, Wakil Ketua III Komite II DPD RI Umar Bonte, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, jajaran Forkopimda, serta masyarakat dan nelayan pesisir.

Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha mengatakan, program EKI di KNMP Sorue Jaya tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan agar akses keuangan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  1 dari 4 Balita di RI Alami Anemia, Kenali Tanda-tandanya Sebelum Terlambat

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi. Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya,” kata Bismi, Senin (17/8/2026).

Program tersebut merupakan kelanjutan dari pendampingan inkubasi keuangan yang telah berjalan sejak awal 2026. Pada tahap pascainkubasi, OJK Sultra memberikan edukasi dan bimbingan teknis pengelolaan keuangan kepada nelayan, pelaku UMKM, ibu rumah tangga pelaku usaha, hingga pelajar.

Pendampingan itu kemudian diperkuat dengan keterlibatan berbagai industri jasa keuangan. OJK memfasilitasi integrasi layanan agar masyarakat pesisir dapat memperoleh akses pembiayaan produktif sekaligus membangun kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara lebih baik.

Hasilnya, sejumlah akses pembiayaan dan layanan keuangan telah terealisasi selama periode Januari-Juli 2026. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan kredit kepada 49 debitur dengan total plafon Rp1,527 miliar, membuka rekening tabungan bagi 52 nasabah pesisir, serta menyediakan satu Agen BRILink.

“Selain itu, pembiayaan PNM Mekaar bagi kelompok usaha perempuan pelaku UMKM telah terealisasi kepada 23 debitur dengan plafon mencapai Rp183,5 juta, disusul pembukaan 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) oleh Bank Sultra dan 44 rekening oleh PT BPR Bahteramas Konawe, serta dukungan 10 unit alat pendeteksi ikan (fish finder) dari Bank Indonesia,” ujar Bismi.

Baca Juga :  Tiga Kecamatan di Kota Kendari Terima Bantuan Pangan Bulog, Tiap KK Keciprat 30 Kg Beras

Penguatan ekosistem keuangan tersebut ikut mencakup perlindungan bagi nelayan sebagai pekerja di sektor kelautan. BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan di KNMP Sorue Jaya.

“Untuk tahap ini, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan. Ke depan, model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sultra,” jelas Bismi.

Selain agenda peresmian EKI, peringatan HUT ke-81 RI di KNMP Sorue Jaya juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengikuti berbagai kegiatan pemberdayaan. Sekitar 1.000 peserta mengikuti upacara bendera yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan di kawasan pesisir tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bazar dan penjualan sembako murah melalui pembagian kupon gratis. Warga juga mengikuti berbagai perlombaan tradisional, seperti tarik tambang, panjat pinang, balap karung, dan lari kelereng.

Semangat pemberdayaan turut diwujudkan melalui pelatihan gratis berupa servis mesin nelayan, ecoprint, dan sablon. Produk UMKM dan IKM lokal juga dipamerkan sebagai upaya memperluas promosi sekaligus membuka peluang pasar bagi produk masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Siswi SMAN 2 Kendari Raih Juara II Duta Pelajar Remaja Indonesia Lingkungan Tingkat Nasional 2026

Beragam olahan hasil perikanan khas lokal ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari teri krispi, sambal tuna asap, bakso ikan, semai ikan, bakso tahu, hingga aplang ikan dan cumi.

Di sisi lain, penguatan akses keuangan dibarengi dengan edukasi literasi dan perlindungan konsumen. Sebanyak 25 pelaku UMKM turut terlibat, sementara OJK, Bank Sultra, BRI, BPR, BNI, BPJS Ketenagakerjaan, dan PNM menghadirkan booth serta mobil layanan keliling.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi secara langsung mengenai pembiayaan usaha, pengelolaan modal, layanan keuangan, hingga langkah untuk menghindari risiko kejahatan finansial.

Kolaborasi EKI-KNMP di Sorue Jaya diharapkan tidak berhenti pada perluasan akses pembiayaan. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan layanan keuangan, literasi, perlindungan sosial, dan pemberdayaan usaha masyarakat pesisir.

Sinergi antara KKP, OJK, Pemda, dan industri jasa keuangan diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong KNMP Sorue Jaya berkembang menjadi kawasan ekonomi pesisir yang produktif dan berkelanjutan. Rls

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *