LAJUR.CO, KENDARI – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka melepas 50 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari menggunakan Kapal Pengawas (KP) Orca 06, Senin (17/8/2026).
KP Orca 06 diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk mencapai NTT. Kapal tersebut memiliki rekam jejak dalam penanganan bencana karena sebelumnya digunakan mengangkut bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Dari total 50 ton logistik, sebanyak 40 ton berasal dari KKP dan 10 ton dari Pemprov Sultra. Bantuan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, gula, biskuit, ikan kaleng, popok bayi, pembalut wanita, selimut hingga obat-obatan.
KKP berkoordinasi dengan satuan tugas kebencanaan di Maumere sebelum pengiriman dilakukan. Koordinasi tersebut untuk menyesuaikan jenis bantuan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Trenggono mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana. “Saudara-saudara kita mengalami musibah bencana alam gempa yang cukup serius sehingga KKP berkoordinasi dengan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, untuk mengumpulkan bantuan,” kata Trenggono.
Menurut Trenggono, bantuan dari Kendari merupakan tahap awal. KKP masih mendata masyarakat terdampak, terutama warga yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor kelautan dan perikanan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak gempa terhadap nelayan dan masyarakat pesisir yang aktivitas ekonominya berpotensi terganggu.
KKP masih menghimpun bantuan dari sejumlah pihak. Beberapa kapal di sekitar Konawe disiagakan untuk mendukung pengiriman lanjutan apabila kebutuhan logistik di NTT meningkat.
Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat NTT. “Alhamdulillah saat ini sedang dilakukan pemuatan, ada sekitar 50 ton. Kita berharap dalam waktu dua hingga tiga hari bantuan ini sudah dapat sampai di NTT dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kita yang sedang mengalami gempa di NTT,” ujar ASR.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 Wita dan berdampak pada sejumlah wilayah Flores. Gempa tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerusakan rumah, fasilitas umum dan bangunan pelayanan masyarakat.
Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan setelah pemantauan tidak menunjukkan kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat.
Aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Hingga 18 Agustus 2026, BMKG mencatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo 1,3 hingga 6,2. Sebanyak 24 gempa berkekuatan di atas magnitudo 5, sedangkan 70 gempa lainnya dirasakan masyarakat.
Pemerintah bersama tim gabungan masih melakukan pendataan korban, pemeriksaan kerusakan, evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar. Pengiriman 50 ton logistik KKP dan Pemprov Sultra diharapkan memperkuat pasokan bantuan bagi warga terdampak, sementara KKP menyiapkan dukungan armada tambahan jika kebutuhan di lapangan meningkat. Adm



