LAJUR.CO, KENDARI — Kota Kendari menjadi daerah pertama di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menerima penyaluran perdana bantuan pangan beras dari pemerintah. Sebanyak 7.046 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di tiga kecamatan mendapat bantuan masing-masing 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus dan September 2026.
Seremoni penyerahan dilakukan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Ketua DPRD Kota Kendari La Ode Muh Inarto, dan Kepala Perum Bulog Sultra Erdi Baskoro bertepatan dengan kegiatan Wali Kota Bersama Forkopimda Menyapa di Pantai Nambo, Kamis (13/8/2026).
Tiga kecamatan penerima bantuan yakni Nambo, Abeli, dan Poasia. Adapun rinciannya, Nambo sebanyak 3.123 KK, Abeli 2.220 KK, dan Poasia sekitar 1.703 KK.
Erdi mengatakan prosesi serah terima di Pantai Nambo merupakan seremoni peluncuran. Penyaluran beras selanjutnya dilakukan di masing-masing kelurahan, di mana bantuan pangan akan diantarkan langsung oleh Bulog ke kantor kelurahan untuk didistribusikan ke masyarakat.
“Totalnya kurang lebih Kecamatan Nambo 3.123 PBP, kemudian Abeli 2.220 PBP, dan Poasia 1.703 PBP. Jadi kalau ditotalkan, nanti per orang atau per PBP akan mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Erdi.
Siska mengapresiasi Bulog yang memfasilitasi program bantuan pangan tersebut. Ia mengatakan Kota Kendari menjadi wilayah pertama di Sultra yang menerima penyaluran perdana bantuan pangan pemerintah.
“Untuk penyaluran perdana di wilayah Sultra, Kota Kendari menjadi wilayah pertama yang mendapatkan bantuan. Kita sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden,” kata Siska.
Siska juga meminta bantuan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak. Ia mengingatkan tidak boleh ada permainan maupun penyimpangan dalam proses distribusi di tingkat bawah.
“Semua bantuan ini benar-benar diberikan kepada warga yang berhak. Jangan sampai nanti di tingkat bawah ada permainan atau hal-hal yang tidak sesuai aturan. Semua harus disalurkan tepat sasaran,” tegasnya.
Bantuan pangan beras disalurkan Perum Bulog merupakan bagian dari program pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan pokok. Selain bantuan pangan, Bulog ikut menjalankan penugasan pemerintah melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Bulog mencatat terdapat peningkatan total penerima bantuan pangan di Sultra. Tahun 2026, kuota penerima bantuan pangan mencapai 324 ribu KK.
Setelah penyaluran perdana di Kota Kendari, distribusi bantuan pangan akan dilanjutkan ke Konawe Utara, Konawe Kepulauan, hingga sejumlah wilayah kepulauan.
Di sisi lain, Erdi memastikan stok beras Bulog Sultra dalam kondisi aman. Saat ini persediaan mencapai sekitar 101 ribu ton dan masih akan bertambah seiring penyerapan hasil panen petani hingga akhir tahun.
“Kami meyakinkan kepada masyarakat Sultra bahwa stok beras di Bulog aman. Saat ini kami memiliki stok kurang lebih 101.000 ton, dan jumlah ini sangat cukup,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan beras di Sultra.
“Jadi saya tegaskan kembali, masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras aman untuk Sultra,” pungkasnya. Adm



