LAJUR.CO, KENDARI – Mimpi besar terkadang berawal dari perjuangan yang tak mudah. Bagi Bennu Sorumba, MUA asal Sulawesi Tenggara (Sultra), perjalanan menuju panggung kecantikan nasional pernah diwarnai kesulitan mendapatkan klien hingga kesusahan membayar kos di Jakarta.
Kini, pria asal Konawe Selatan itu menjadi langganan selebriti papan. Termasuk Ibu Negara Iriana Joko Widodo, mempercayakan wajahnya dirias tangan dingin Bennu Sorumba.
Pencapaian terbaru alumni SMK Negeri 3 Kendari yakni didapuk sebagai Inspiring Makeup Artist of the Year 2026, sebuah pengakuan atas kiprahnya di industri kecantikan Tanah Air.
Kisah Bennu Sorumba menjadi bukti jika keterbatasan di awal perjalanan bukanlah akhir dari sebuah mimpi. Berbekal ketekunan dan keberanian merantau, makeup artist (MUA) yang memiliki nama asli Juanda Hasid Sorumba itu berhasil menembus industri kecantikan nasional. Dari merintis karier sebagai asisten makeup hingga dipercaya menangani wajah sejumlah figur publik ternama Indonesia.
Bennu berasal dari Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe Selatan. Perjalanannya di dunia makeup bermula dari kebiasaan sederhana saat masih bersekolah di Kendari, yakni membantu teman-teman merias wajah.
Ketertarikan terhadap dunia make up membawanya bergabung dengan Studio Dua Lapan, membantu merias wajah dalam berbagai kegiatan.
“Kalau tertarik dengan makeup itu sebenarnya berjalan dengan sendirinya. Waktu masih Kendari sekolah, saya sering membantu teman-teman merias. Dari situ mulai mengenal dunia makeup,” ungkap Bennu kepada awak LAJUR.CO, Jumat (23/10/2026).
Setelah menyelesaikan sekolah sekitar 1999, Bennu memutuskan merantau ke Jakarta pada 2000. Namun, kehidupan di ibu kota tidak langsung membawanya menjadi perias profesional.
Ia sempat mengikuti sejumlah casting sinetron hingga bekerja di beberapa rumah makan demi memenuhi kebutuhan hidup. Kesempatan menekuni dunia makeup secara serius justru datang secara tidak terduga ketika dirinya sedang mengikuti casting.
“Terus waktu ke Jakarta ngerantau gitu, sempat ikut-ikut kayak di casting-casting sinetron, ikut-ikut kerja di beberapa rumah makan. Terus pas lagi ikut casting, aku tiba-tiba ditawari jadi asisten makeup,” ujarnya.
Tawaran tersebut menjadi pintu masuk bagi Bennu untuk mempelajari industri makeup lebih jauh. Berbekal pengalaman sebagai asisten, ia terus mengasah keterampilan hingga perlahan mendapat kepercayaan menangani klien sendiri.
Kerja keras itu mengantarkannya merias sejumlah selebriti papan atas Tanah Air. Nama-nama besar seperti Syahrini, Agnez Mo, dan Krisdayanti pernah menjadi kliennya.
Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika Bennu dipercaya merias Iriana Joko Widodo, istri Presiden ke-7 Republik Indonesia.
“Ya alhamdulillah sih, sudah semuanya. Dari selebriti papan atas Indonesia, Syahrini, Agnez Mo, KD, siapa lagi ya, RI 1 juga sudah,” tuturnya.
Meski terbiasa menangani figur publik, Bennu mengaku merasakan gugup luar biasa ketika pertama kali mendapat kesempatan merias Iriana Jokowi yang notabene adalah Ibu Negara. Tanggung jawab merias sosok penting di Indonesia membuat pengalaman itu terasa berbeda dibandingkan menangani selebriti.
“Dulu waktu pertama kali makeup-in, sudah pasti nervous banget, lebih nervous dari makeup artis. Pertama, karena orang nomor satu di Indonesia,” ungkapnya.
Tantangan berikutnya adalah memahami preferensi riasan Iriana yang cenderung natural. Bennu harus menyesuaikan teknik makeup sekaligus membangun komunikasi agar suasana selama proses merias terasa nyaman.
“Yang kedua, beliau tidak mau makeup yang heboh, maunya natural. Terus juga aku harus bagaimana caranya aku bisa membuka topik yang nyambung sama Ibu. Itu sih yang paling susah,” jelasnya.
Bagi Bennu, setiap klien memiliki karakter wajah, kebutuhan, dan selera berbeda. Karena itu, seorang MUA tidak cukup hanya menguasai teknik merias. Kemampuan memahami keinginan klien menjadi kunci untuk menghasilkan tampilan yang sesuai sekaligus membuat mereka merasa percaya diri.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika merias Aurel Hermansyah. Tantangannya adalah menghadirkan penampilan istimewa bagi seseorang yang sudah terbiasa menggunakan makeup secara penuh dalam keseharian.
“Jadi kayak contoh aku makeup-in Aurel, tantangannya dia tuh karena udah terbiasa makeup hari-hari full. Jadi gimana caranya pada saat harinya dia tuh terlihat cantik dan mengelingin,” ungkap Bennu.
Tantangan serupa muncul ketika menangani klien yang menginginkan tampilan natural, tetapi tetap harus terlihat berbeda pada momen spesial. Bennu menyinggung pengalamannya merias Alyssa Daguise yang menginginkan hasil riasan ringan dan flawless.
“Dia basicnya udah cantik banget, tapi dia gak suka makeup yang tebal, maunya flawless dan natural. Tapi gimana makeup naturalnya itu bikin dia pangling. Nah, itu sih masing-masing punya tantangan tersendiri,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan setiap klien, Bennu terus mempelajari karakter wajah dan gaya yang diinginkan sebelum menentukan teknik riasan. Ia tidak ingin memaksakan selera pribadi, melainkan memadukan keinginan klien dengan perkembangan tren kecantikan.
“Aku belajar terus dari pengalaman, aku pelajari karakter klien aku maunya seperti apa. Jadi, aku tidak bisa egois harus selalu maunya kayak aku, tapi aku selalu ikuti maunya mereka. Aku combine sama tren makeup yang ada sesuai zamannya,” ungkapnya.
Di tengah persaingan industri kecantikan yang semakin ramai, Bennu turut mencatatkan pencapaian melalui nominasi Beauty Icon Award. Baginya, pengakuan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih karena semakin banyak makeup artist bermunculan dan menawarkan keahlian masing-masing.
“Pastinya senang, happy, karena sekarang banyak banget makeup artist. Jadi, dapat nominasi inspiring saja, menang di inspiring saja sudah senang banget pastinya,” katanya.
Meski telah merias banyak figur terkenal, Bennu menilai mempertahankan kepercayaan klien bukan perkara ringan. Kesuksesan yang diraih hari ini tidak membuatnya berhenti belajar karena konsistensi dan kerja keras tetap menjadi modal penting untuk bertahan.
Ia mengingat kembali masa-masa sulit saat merintis karier di Jakarta. Ketika klien sulit didapat dan persaingan terasa semakin berat, Bennu sempat berpikir untuk meninggalkan ibu kota dan kembali ke Kendari.
Bahkan, ia pernah merencanakan membuka sanggar makeup sekaligus usaha rumah makan di kampung halaman. Namun, setelah kembali ke Kendari, keadaan ternyata tidak berjalan sesuai harapan. Bennu akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan perjuangannya.
“Dulu aku pernah di titik buat bayar kosan itu susah banget, dapat klien susah banget. Jadi, di titik itu pengen balik saja. Capek, persaingannya juga berat,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Bennu dalam membangun karier. Ia menyadari bahwa peluang tidak selalu datang dengan mudah, sementara mempertahankan posisi di industri yang kompetitif membutuhkan kemauan untuk terus berkembang.
Ke depan, Bennu ingin berfokus menjaga kepercayaan klien sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaannya. Ia tidak ingin terlalu terpaku pada target tertentu, tetapi tetap terbuka terhadap kesempatan baru, termasuk peluang merias penyanyi atau figur publik di luar negeri.
“Walaupun aku pengen ke luar negeri, megang penyanyi luar negeri, itu kan kayak hal yang tidak mungkin. Tapi kalau selama Allah kasih kesempatan, ya who knows,” tuturnya.
Sebagai putra daerah Sultra, Bennu turut menyoroti perkembangan industri makeup di Kendari. Menurutnya, potensi MUA lokal sudah cukup baik, tetapi perlu terus didukung dengan kemauan belajar, eksplorasi keterampilan, dan keberanian mencari pengalaman yang lebih luas.
Ia berpesan kepada para perias muda agar tidak takut keluar dari zona nyaman. Merantau, menurut Bennu, bisa menjadi salah satu jalan untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal standar kerja dan persaingan di industri kecantikan nasional.
Namun, keterampilan saja tidak cukup. Para MUA muda perlu mengesampingkan gengsi dan ego agar mampu menerima masukan, memahami kebutuhan klien, serta terus memperbaiki kualitas diri.
“Mungkin kalau dari aku, selain dieksplor lagi, berani untuk merantau. Nomor satu, mereka harus membuang gengsi dan ego. Itu yang paling utama,” pungkasnya. Sis
Tambahan data Bennu Sorumba didapuk sebagai inspiring makeup Artis Of The Year 2026