LAJUR.CO, KENDARI – Beragam cara dilakukan pedagang eks Pasar Grosir Kendari untuk menarik minat warga berbelanja di lokasi baru mereka, Pasar Banteng, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Selama beberapa pekan terakhir, pedagang berinisiatif membagikan hadiah gratis mulai dari sabun deterjen, sayuran, hingga ikan kepada warga yang datang berbelanja.
Aksi bagi-bagi cuma-cuma ini menjadi salah satu strategi pedagang untuk meramaikan aktivitas jual beli sekaligus mengajak masyarakat berbelanja langsung di Pasar Banteng setelah relokasi dari Pasar Grosir Kendari.
Bagi pedagang, kehadiran pembeli menjadi faktor penting untuk menghidupkan kembali usaha di lokasi baru. Karena itu, mereka berinisiatif menghadirkan daya tarik agar masyarakat tertarik datang dan berbelanja di pasar yang berada di kawasan Anduonohu tersebut.
Upaya tersebut sekaligus menjadi cara pedagang memperkenalkan Pasar Banteng kepada masyarakat luas, dengan harapan semakin banyak warga yang berkunjung dan aktivitas perdagangan kian ramai menjelang batas akhir pemindahan pedagang pada 20 Oktober 2026.
Sejumlah pedagang yang telah lebih dahulu pindah mengaku mulai nyaman berjualan di Pasar Banteng. Nurfi, pedagang sayuran, misalnya, menilai kondisi pasar yang belum dipadati penjual komoditas serupa menjadi peluang tersendiri untuk menggaet pembeli.
“Ya, alhamdulillah bagus, mendingan di sini daripada di sana dulu,” kata Nurfi kepada awak LAJUR.CO, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, jumlah pedagang sayur yang masih relatif sedikit membuat persaingan penjualan belum terlalu ketat.
“Karena mungkin di sana banyak penjual sayur, kalau di sini kan sekarang masih sendiri, jadi ya mungkin lebih,” ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan Muhammad Ramadhi Hidayat, pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di Pasar Grosir Kendari. Ia mengaku lebih nyaman setelah menempati lapak baru di Pasar Banteng.
“Kalau saya pindah di sini agak nyaman. Enak sekali di sini,” ujarnya.
Ramadhi menjelaskan, kepindahannya dilakukan setelah tempat berjualan di Pasar Grosir tidak lagi dapat digunakan. Ia kemudian diarahkan menempati lapak di Pasar Banteng.
“Jadi kita digeser ke sini sama kepala pasar, dikasih tempatnya di sini. Tempat di sini kan resmi, sudah diresmikan sama Ibu Wali Kota, Ibu Siska,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar, mengatakan proses pemindahan pedagang Pasar Grosir ke Pasar Banteng telah berlangsung sekitar sepekan. Sejumlah pedagang sudah mulai menempati lapak dan melayani pembeli.
“Alhamdulillah mereka sudah menjual, hasilnya juga cukup bagus, tempatnya cukup strategis. Mudah-mudahan teman-teman yang belum masuk untuk segera masuk di Pasar Banteng ini,” kata Asnar.
Berdasarkan komunikasi dengan perwakilan pedagang, jumlah pedagang Pasar Grosir yang berencana pindah ke Pasar Banteng diperkirakan mencapai 80 hingga 100 orang.
Sebagian pedagang telah mengambil nomor undian untuk mendapatkan lapak. Asnar memperkirakan pedagang lainnya mulai menempati lokasi berjualan secara bertahap pada 10–20 Oktober 2026.
Ia memastikan kapasitas Pasar Banteng masih mencukupi untuk menampung pedagang yang belum pindah. Lapak telah disiapkan di sejumlah titik, mulai dari bagian depan, samping, hingga belakang pasar.
“Cukup, yang penting mereka mau pindah. Tempat ini kita sudah mulai siapkan, di sebelah ada, di belakang sudah siapkan. Tempat-tempat ini di samping juga masih banyak kosong,” jelasnya.
Asnar menambahkan, pedagang tidak dipungut biaya untuk menempati lapak yang telah disediakan. Namun, jika ingin mengubah atau menata ulang lapak secara mandiri, biaya pengerjaannya menjadi tanggung jawab masing-masing pedagang.
Perumda Pasar Kota Kendari juga berencana menata area parkir untuk menunjang kelancaran aktivitas perdagangan. Area parkir akan dibagi bagi kendaraan roda empat dan roda dua di beberapa titik pasar.
Asnar mengimbau pedagang eks Pasar Grosir yang belum pindah agar segera menempati lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah. Ia juga meminta pedagang tidak memilih pasar ilegal sebagai tempat berjualan karena Pasar Banteng dinilai masih mampu menampung seluruh pedagang.
“Pada kesempatan ini, saya ingin sampaikan kepada pedagang eks Pasar Grosir untuk segera pindah di sini dan tidak menempati pasar-pasar ilegal yang lain. Karena kapasitas kita bisa menampung mereka di pasar ini,” pungkasnya. Sis



