SULTRABERITA.ID, KENDARI – Harga minyak dunia yang merosot diperkirakan akan berdampak negatif terhadap sektor hulu migas nasional.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, menurunnya harga migas akan menyebabkan nilai keuntungan produksi minyak menurun.
BACA JUGA :
- Benarkah Ada Golongan Darah yang Paling Sehat? Ini Fakta Medisnya
- Pelatihan Operator Alat Berat PT Vale, Siapkan 35 Tenaga Kerja Lokal Tersertifikasi di Luwu Timur
- Lelang Randis Ditutup: Jeep Cherokee Eks Ketua DPRD Laku Rp88 Juta, Yang Menawar Hanya Satu Peserta
- Buru Duit Korupsi Tambang Nikel Rp170 Miliar, Kejati Sultra Obok-Obok Rujab Wakil Bupati Kolaka
- Dua Pelajar Sultra Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Siswa SMA 2 Baubau & SMA 1 Kulisusu Butur
“Kondisi tersebut akan membuat para K3S (kontraktor kontrak kerja sama) menahan produksi mereka karena secara keekonomian bisa dikatakan kurang ekonomis,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).
Selain itu, mayoritas lapangan minyak nasional saat ini sudah berumur tua sehingga memerlukan biaya tinggi untuk produksi.
Dengan tingginya biaya produksi dan menurunnya nilai keuntungan, Mamit memproyeksikan target lifting migas 2020 akan meleset
“Target lifting migas yang ditetapkan dalam APBN 755.000 BOPD (barel oil per day) akan sulit tercapai,” kata dia.
Melesetnya target lifting minyak kemudian akan berdampak terhadap tidak tercapainya sumbangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 127,3 triliun.
“Dengan harga 32 sampai 35 dollar AS per barrel ini sangat berat bagi sektor hulu,” ucap Mamit.
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengaku telah melakukan langkah-langkah antisipasi, agar target target produksi dan lifting tetap terealisasi.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kontraktor Kerja Sama (KKS) migas guna membahas langkah-langkah yang akan dilakukan.
“Kami berkoordinasi dengan KKS migas untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2020). Adm
Sumber : kompas.com
Judul : https://money.kompas.com/read/2020/03/10/180600526/harga-minyak-anjlok-target-lifting-migas-ri-bisa-meleset?page=all#page2




