SULTRABERITA.ID, KENDARI – Harga minyak dunia yang merosot diperkirakan akan berdampak negatif terhadap sektor hulu migas nasional.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, menurunnya harga migas akan menyebabkan nilai keuntungan produksi minyak menurun.
BACA JUGA :
- Jurnalis Lajur.co Kembali Sabet Penghargaan Jurnalisme Inspiratif CIMB Niaga Tingkat Nasional
- Inflasi Sultra Tembus 4,74 Persen, Belanja Warga Makin Mahal, Ini Penjelasan BPS!
- Mengenal SISCAMLING, Fitur Telkomsel Berbasis AI yang Bisa Blokir Panggilan & SMS Mencurigakan
- Pengumuman! Pendaftaran CASN Dibuka November 2026
- Kejagung Dalami Suap Izin Tambang Nikel Sultra ke Penyelenggara Negara
“Kondisi tersebut akan membuat para K3S (kontraktor kontrak kerja sama) menahan produksi mereka karena secara keekonomian bisa dikatakan kurang ekonomis,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (10/3/2020).
Selain itu, mayoritas lapangan minyak nasional saat ini sudah berumur tua sehingga memerlukan biaya tinggi untuk produksi.
Dengan tingginya biaya produksi dan menurunnya nilai keuntungan, Mamit memproyeksikan target lifting migas 2020 akan meleset
“Target lifting migas yang ditetapkan dalam APBN 755.000 BOPD (barel oil per day) akan sulit tercapai,” kata dia.
Melesetnya target lifting minyak kemudian akan berdampak terhadap tidak tercapainya sumbangan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tahun ini ditargetkan sebesar Rp 127,3 triliun.
“Dengan harga 32 sampai 35 dollar AS per barrel ini sangat berat bagi sektor hulu,” ucap Mamit.
Sebelumnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengaku telah melakukan langkah-langkah antisipasi, agar target target produksi dan lifting tetap terealisasi.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kontraktor Kerja Sama (KKS) migas guna membahas langkah-langkah yang akan dilakukan.
“Kami berkoordinasi dengan KKS migas untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2020). Adm
Sumber : kompas.com
Judul : https://money.kompas.com/read/2020/03/10/180600526/harga-minyak-anjlok-target-lifting-migas-ri-bisa-meleset?page=all#page2