SULTRABERITA.ID, KENDARI – Dari berbagai produk yang ditawari oleh PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi produk yang diminati di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).
BACA JUGA :
- Pemprov Sultra Siapkan Beasiswa PPDS Bedah di UHO
- UHO Resmi Buka PPDS Ilmu Bedah, Siapkan Spesialis Bedah Pesisir untuk Sultra
- Polisi Tangkap Tiga Pengedar Narkoba di Kemaraya, Transaksi Lewat Kios Kecil
- Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok!
- Sosialisasi Safety Riding PT Vale Dibubarkan Aliansi Petani Loeha Raya, Ratusan Siswa di Luwu Timur Mengaku Trauma
Kepala Unit Pemasaran PT Askrindo Kantor Cabang Kendari, Febrianto Utari mengatakan produk KUR menjadi layanan primadona lantaran program finansial ini memiliki keunggulan bunga yang sangat rendah.

“Bunganya itu hanya 6 persen per tahun, turun dari sebelumnya yaitu 7 persen” ujarnya dalam Forum Lintas Media PT Askrindo disalah satu resort di Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (14/03/2020).
Tahun 2019, PT Askrindo diketahui sukses menyurkan KUR melebih target dengan jumlah Rp 127 milyar.
Tingginya animo masyarakat memanfaatkan layanan KUR, PT Askrindo pun menargetkan peningkatan penyaluran KUR hingga 20 persen tahun 2020.
Masyarakat sendiri bisa mengakses layanan KUR melalui beberapa Bank pelaksana yaitu : Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri dan 26 (dua puluh enam) Bank Pembangunan Daerah.
PT Askrindo fokus menggenjot KUR ke Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sultra. Dimana langkah ini sejalan dengan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen membantu pelaku usaha kecil yang merupakan tulang punggung kekuatan ekonomi yang mampu memberikan kontribusi yang sangat signifikan.
Menguatnya permodalan UMKM akan memberikan multiplier effects berupa tumbuhnya kegiatan usaha yang diikuti dengan terbukanya lapangan kerja serta meningkatkan nilai usaha.
Terciptanya UMKM yang tangguh pada tahap berikutnya mampu memberikan kontribusi dalam menekan angka pengangguran dari kemiskinan di Indonesia. Adm




