SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jatim akan memotong gaji PNS mulai Senin (30/3) siang kemarin. Hasil dari pemotongan gaji ini, Pemerintah Lumajang berhasil mengumpulkan Rp 1,3 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Lumajang Toriqul Haq, saat memberikan pernyataan terkait penanggulangan dampak ekonomi virus corona.
BACA JUGA :
- Sejarah Baru! UHO Helat Dua Wisuda dalam Sehari, Kukuhkan 1.506 Wisudawan
- Cari Lokasi Healing Dekat Kota Kendari? Jojo Tawarkan Camping Ground Bernuansa Kebun Plus Kolam Renang
- Kabar Baik bagi Mahasiswa, UHO Siapkan Beasiswa Kontribusi Mahasiswa
- Yang Single Jangan Minder! Lebih dari Setengah Warga Sultra Berstatus Belum Nikah
- Pacu Talenta Lokal Kendari, Maxim Gandeng Balai Bahasa Sponsori Kompetisi Bahasa Inggris Berbasis Teknologi
Hadir dalam acara itu, para pengusaha beras, lembaga amil zakat, baik dari Baznas, Nahdalatul Ulama atau Muhammadiyah.
“Pemerintah Lumajang telah berkeputusan akan memotong seluruh aparaturnya. Mulai dari eslon paling rendah hingga paling atas. Tak terkecuali bupati dan wakil Bupati Lumajang,” kata Toriqul Haq.
Jumlah potongannya bervariatif, tergantung tinggi rendah jabatannya. Jika diakomulasi, hasil potongan dari gaji ASN berjumlah Rp 1,3 miliar dalam satu bulan.
Bahkan pemerintah lumajang akan menggalang juga dari luar pemerintah. Seperti badan amil zakat nasional, lembaga zakat infaq dan Shodaqon Nahdalatul Ulama dan lembaga zakat infaq shodaqol Muhammadiyah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggalang dari semua pengusaha beras di Lumajang. Nantinya hasil dari penggalangan dana untuk penanggulangan dampak virus ini, akan dibelanjakan berupa beras.
“Selanjutnya, akan diberikan pada warga terdampak ekonomi virus corona. Hingga kini kami masih menghitung besaran jumlah warga terdampak ekonomi,” pungkasnya. Adm
Sumber : jpnn.com
Judul : https://m.jpnn.com/news/imbas-dampak-wabah-virus-corona-gaji-pns-akan-dipotong



