SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jatim akan memotong gaji PNS mulai Senin (30/3) siang kemarin. Hasil dari pemotongan gaji ini, Pemerintah Lumajang berhasil mengumpulkan Rp 1,3 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Lumajang Toriqul Haq, saat memberikan pernyataan terkait penanggulangan dampak ekonomi virus corona.
BACA JUGA :
- PT Vale Buka Lowongan Kerja Khusus Warga Luwu Timur, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
- Pertamina Sulawesi Klaim Libur Sekolah ‘Biang Kerok’ Antrean Parah Pertalite di SPBU Kota Kendari
- Bapenda Sultra Bantah Isu Ada Razia Motor dan Mobil Penunggak Pajak di Semua SPBU
- DPRD Kota Kendari Puji Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Pemkot Kelar On Time
- Wali Kota Siska Lega, Gaji 2.000-an P3K Kendari Ditanggung Penuh Pusat
Hadir dalam acara itu, para pengusaha beras, lembaga amil zakat, baik dari Baznas, Nahdalatul Ulama atau Muhammadiyah.
“Pemerintah Lumajang telah berkeputusan akan memotong seluruh aparaturnya. Mulai dari eslon paling rendah hingga paling atas. Tak terkecuali bupati dan wakil Bupati Lumajang,” kata Toriqul Haq.
Jumlah potongannya bervariatif, tergantung tinggi rendah jabatannya. Jika diakomulasi, hasil potongan dari gaji ASN berjumlah Rp 1,3 miliar dalam satu bulan.
Bahkan pemerintah lumajang akan menggalang juga dari luar pemerintah. Seperti badan amil zakat nasional, lembaga zakat infaq dan Shodaqon Nahdalatul Ulama dan lembaga zakat infaq shodaqol Muhammadiyah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggalang dari semua pengusaha beras di Lumajang. Nantinya hasil dari penggalangan dana untuk penanggulangan dampak virus ini, akan dibelanjakan berupa beras.
“Selanjutnya, akan diberikan pada warga terdampak ekonomi virus corona. Hingga kini kami masih menghitung besaran jumlah warga terdampak ekonomi,” pungkasnya. Adm
Sumber : jpnn.com
Judul : https://m.jpnn.com/news/imbas-dampak-wabah-virus-corona-gaji-pns-akan-dipotong



