SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jatim akan memotong gaji PNS mulai Senin (30/3) siang kemarin. Hasil dari pemotongan gaji ini, Pemerintah Lumajang berhasil mengumpulkan Rp 1,3 miliar.
Hal ini disampaikan Bupati Lumajang Toriqul Haq, saat memberikan pernyataan terkait penanggulangan dampak ekonomi virus corona.
BACA JUGA :
- Wakil Rektor Dr. Herman Buka Suara Respons Dugaan Pelonco Maba UHO, Perintahkan Investigasi
- Tiga Gubernur Terkaya se-Sulawesi: ASR Nomor 1, Kalahkan Anwar Hafid yang Viral Gratiskan Kuliah S1-S3
- PLN Wua-wua dan Benu-Benua Umumkan Jadwal Mati Lampu Senin 7 September
- Lagi, Hari ini 635 Calon Penumpang di Bandara Halu Oleo Batal Terbang ke Jakarta
- WNA Turki di Kendari Dibekuk Gegara KDRT ke Istri yang Cemburu Buta
Hadir dalam acara itu, para pengusaha beras, lembaga amil zakat, baik dari Baznas, Nahdalatul Ulama atau Muhammadiyah.
“Pemerintah Lumajang telah berkeputusan akan memotong seluruh aparaturnya. Mulai dari eslon paling rendah hingga paling atas. Tak terkecuali bupati dan wakil Bupati Lumajang,” kata Toriqul Haq.
Jumlah potongannya bervariatif, tergantung tinggi rendah jabatannya. Jika diakomulasi, hasil potongan dari gaji ASN berjumlah Rp 1,3 miliar dalam satu bulan.
Bahkan pemerintah lumajang akan menggalang juga dari luar pemerintah. Seperti badan amil zakat nasional, lembaga zakat infaq dan Shodaqon Nahdalatul Ulama dan lembaga zakat infaq shodaqol Muhammadiyah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menggalang dari semua pengusaha beras di Lumajang. Nantinya hasil dari penggalangan dana untuk penanggulangan dampak virus ini, akan dibelanjakan berupa beras.
“Selanjutnya, akan diberikan pada warga terdampak ekonomi virus corona. Hingga kini kami masih menghitung besaran jumlah warga terdampak ekonomi,” pungkasnya. Adm
Sumber : jpnn.com
Judul : https://m.jpnn.com/news/imbas-dampak-wabah-virus-corona-gaji-pns-akan-dipotong



