SULTRABERITA.ID, KENDARI – Presiden AmerikaDonald Trump marah besar dengan aksi Twitter memberi label cuitannya tak akurat. Menurutnya, tanpa bukti apapun, apa yang dilakukan Twitter tidak pantas dan membungkam suara kubu konservatif.
Trump meminta Twitter untuk segera memperbaiki kebijakan cek fakta mereka. Jika tidak, Trump mengancam akan membungkam Twitter dengan regulasi yang lebih ketat atau pemblokiran.
BACA JUGA :
- BI Sultra Dorong QRIS lewat Wisata Kuliner dan Festival Liangkobhori
- Komisi X Bahas UU Sisdiknas di UHO, Serap Aspirasi Kalangan Akademisi
- Wagub Sultra Hugua Raih Gelar Doktor di Usia 65 Tahun, Wisuda Dihadiri Mendagri
- Perjuangan Ojol Asal Kolaka Jaga Anak Lewat CCTV Viral, Kisahnya Bikin Warganet Terharu
- OJK Ingatkan Modus Penipuan Kian Marak, Bisa Lewat Nonton Iklan-Dracin
“Republikan merasa platform media sosial telah membungkam total suara konservatif. Kami akan meregulasi (media sosial) atau bahkan menutupnya, sebelum kami membiarkan (pembungkaman kebebasan berpendapat) itu terjadi,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Rabu, 27 Mei 2020.
Diberitakan sebelumnya, Twitter melakukan cek fakta terhadap cuitan Donald Trump soal pengiriman surat suara via pos. Menurut Twitter, cuitan Trump soal pengiriman surat suara via pos rentan kecurangan dan penipuan tidak berdasar. Oleh karenanya, Twitter memberi label pada cuitan tersebut yang apabila diklik akan memawa netizen ke laman cek fakta.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui apakah sistem cek fakta tersebut akan berlaku pada tweet-tweet lama. Trump sendiri, oleh berbagai pihak, dikenal akan tweet-tweetnya yang bebas dan liar sehingga kerap kali tidak akurat serta menyesatkan
Adapun soal ancaman Trump, yang disampaikan via Twitter, belum direspon oleh media sosial berlogo burung biru tersebut. Namun, pasar sudah merespon postingan Donald Trump dengan turunnya nilai saham Twitter. Adm
sumber: tempo.co
judul: https://dunia.tempo.co/read/1346941/cuitannya-dilabeli-tak-akurat-donald-trump-ancam-blokir-twitter



