SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah meminta alat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk deteksi Covid-19 produksi dalam negeri lebih murah dan sesuai dengan pasar Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri, Selasa malam (30/6/2020).
BACA JUGA :

- Ini Tiga Vihara Ikonik Pusat Perayaan Imlek di Kota Kendari
- Jelang Ramadan, Ini 5 Tips Simpan Bumbu Halus untuk Stok di Kulkas
- Harumkan Sultra, Atlet Asal Muna Barat Raih Juara II Kejuaraan Dunia Kun Khmer di Kamboja
- 30 Ribu Talenta SMK Unjuk Skill di Festival Vokasi Satu Hati 2026
- THM Dilarang Buka Saat Ramadan, Pengusaha Mbalelo Terancam Sanksi Tegas
Perusahaan farmasi milik negara, PT Bio Farma di Bandung rencananya akan memproduksi alat tes PCR tersebut.
“Itu tentunya lebih murah dan lebih compatible dengan pasar Indonesia,” kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Rabu (1/7/2020).
Muhadjir mengatakan, pemerintah memiliki semangat untuk melindungi produk dalam negeri, termasuk alat tes PCR yang akan diproduksi oleh PT Bio Farma tersebut.
Terlebih, kata dia, apabila produksinya bisa memenuhi kapasitas maksimal, maka pemerintah pun akan berupaya agar produknya diserap pasar dalam negeri.
“Nanti kita akan memperkecil (impor) PCR dari luar sehingga jangan sampai itu menimbulkan pasar tidak sempurna,” kata dia.
Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melaporkan bahwa kemampuan alat tes PCR yang diproduksi PT Bio Farma sudah mencapai 50.000 per minggu atau 200.000 per bulan
“Untuk mencukupi kebutuhan di Indonesia, diperlukan minimal satu juta kit,” kata dia. Adm
Sumber : kompas.com
Judul : https://nasional.kompas.com/read/2020/07/01/17151101/pemerintah-minta-alat-tes-pcr-produksi-dalam-negeri-lebih-murah




