SULTRABERITA.ID, KENDARI – Pemerintah meminta alat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk deteksi Covid-19 produksi dalam negeri lebih murah dan sesuai dengan pasar Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin rapat koordinasi tingkat menteri, Selasa malam (30/6/2020).
BACA JUGA :
- PT Vale Buka Dua Lowongan Strategis untuk Warga Luwu Timur, Peluang Besar Buat Fresh Graduate
- Penampakan Duit Miliar Sitaan Kasus ‘Dokter’ Jual Beli Ore PT AMIN, Kejati Sultra Masih Kejar Rp170 Miliar Lagi
- Siasat Pedagang Somai di Muna Barat Saat Harga Tahu Melonjak: Pangkas Stok, Pertahankan Kualitas
- Sultra Penerima Bedah Rumah ‘BSPS’ Terbesar Kedua di Indonesia Timur, 70 Persen Kuota dari Aspirasi DPR RI
- Taman Nasional Wakatobi Buka Suara soal Viral Kapal Pembawa Turis Prancis Dicegat di Lokasi Selam Tomia
Perusahaan farmasi milik negara, PT Bio Farma di Bandung rencananya akan memproduksi alat tes PCR tersebut.
“Itu tentunya lebih murah dan lebih compatible dengan pasar Indonesia,” kata Muhadjir dikutip dari siaran pers, Rabu (1/7/2020).
Muhadjir mengatakan, pemerintah memiliki semangat untuk melindungi produk dalam negeri, termasuk alat tes PCR yang akan diproduksi oleh PT Bio Farma tersebut.
Terlebih, kata dia, apabila produksinya bisa memenuhi kapasitas maksimal, maka pemerintah pun akan berupaya agar produknya diserap pasar dalam negeri.
“Nanti kita akan memperkecil (impor) PCR dari luar sehingga jangan sampai itu menimbulkan pasar tidak sempurna,” kata dia.
Dalam rapat tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melaporkan bahwa kemampuan alat tes PCR yang diproduksi PT Bio Farma sudah mencapai 50.000 per minggu atau 200.000 per bulan
“Untuk mencukupi kebutuhan di Indonesia, diperlukan minimal satu juta kit,” kata dia. Adm
Sumber : kompas.com
Judul : https://nasional.kompas.com/read/2020/07/01/17151101/pemerintah-minta-alat-tes-pcr-produksi-dalam-negeri-lebih-murah




