LAJUR.CO, KENDARI – Babak baru pemerataan akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dimulai di Kota Kendari. Sekolah Rakyat Terintegrasi II, program pendidikan berasrama yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, resmi menampung 339 siswa pada angkatan pertamanya sejak mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski pembangunan kawasan sekolah di Kelurahan Abeli Dalam, Kecamatan Puuwatu, masih berlangsung, aktivitas belajar mengajar telah dimulai. Ratusan siswa yang berasal dari keluarga penerima manfaat kini menempati sekolah yang disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Kepala UPT Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Sentra Meohai Kendari, Muhammad Gunawan, mengatakan saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi II telah menampung 339 siswa.
Jumlah tersebut terdiri atas 133 siswa angkatan 2025/2026 dan 206 siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
“Untuk siswa existing tahun 2025/2026 ada 133 orang, sedangkan siswa baru tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 206 orang. Jadi total seluruhnya sudah 339 siswa yang ada di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Kendari,” ujarnya kepada awak media usai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Kendari, Senin (3/8/2026).
Gunawan menambahkan, seluruh aktivitas Sekolah Rakyat yang sebelumnya dijalankan di gedung rintisan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta Sentra Meohai kini telah dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Kendari.
“Semua dipindahkan ke sini, baik guru, wali asrama, tenaga nonteknik maupun siswa-siswinya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan sekolah ditargetkan rampung pada akhir Agustus atau awal September 2026. Setelah seluruh fasilitas selesai dibangun, Sekolah Rakyat Terintegrasi II dirancang mampu menampung sekitar 1.080 siswa.
“Ini yang akan dikejar oleh PU, akhir Agustus atau awal September 2026 sudah rampung semuanya,” tutur Gunawan.
Sementara itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang membuka kegiatan MPLS mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi II merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, Kota Kendari menjadi salah satu dari 38 kabupaten/kota di Indonesia yang mendapat pembangunan Sekolah Rakyat pada tahap pertama.
“Tanggapannya tentu senang dan bahagia karena bicara pendidikan adalah sesuatu yang paling mendasar dalam kehidupan kita, terutama dalam peningkatan indeks pembangunan manusia,” katanya kepada awak media usai meninjau sekolah tersebut.
Siska mengatakan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 hingga desil 4, sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Kota Kendari.
“Hampir seribu anak yang sudah kami identifikasi tidak sekolah di Kota Kendari. Harapan kami mereka bisa masuk ke sini agar tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak sekolah,” katanya.
Harapan serupa disampaikan Adi Wiyana (47), seorang pengemudi ojek online yang menyekolahkan dua anaknya di Sekolah Rakyat Terintegrasi II.
Ia mengaku bersyukur anaknya yang duduk di kelas III dan kelas VI SD dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan utama memilih Sekolah Rakyat, selain karena kedua anaknya terpilih berdasarkan pendataan Kementerian Sosial.
“Anak saya terpilih masuk kategori Sekolah Rakyat, jadi mau tidak mau harus kita sertakan juga. Saya lihat programnya lumayan bagus ke depannya. Mudah-mudahan juga bisa sesuai dengan harapan orang tua,” katanya kepada Lajur.co.
Adi berharap Sekolah Rakyat benar-benar menjadi solusi bagi keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.
“Jadi orang tua bisa fokus cari uang buat masa depannya juga di luar. Yang penting Sekolah Rakyat benar-benar punya komitmen memajukan anak-anak bangsa ini,” ungkapnya.
Laporan: Ika Astuti



