LAJUR.CO, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, resmi membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara melalui ajang Harmoni Sultra 2026.
Kegiatan bertema “Harmoni Sultra 62: Produktif untuk Sultra Sejahtera” tersebut digelar di Eks Tugu MTQ, Kendari, Jumat (24/4/2026). Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badri Munir Sukoco serta dimeriahkan penampilan artis ibu kota, Vicky Shu.
Ketua panitia yang juga Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan Harmoni Sultra 2026 dirancang bukan sekadar hiburan, tetapi sebagai penggerak ekonomi daerah.

Selama pelaksanaan pada 24–27 April 2026, kegiatan ditargetkan menarik 75.000 hingga 85.000 pengunjung dengan potensi transaksi mencapai Rp3 miliar.
“Bukan sekadar angka, melainkan peluang nyata bagi UMKM untuk berkembang, masyarakat untuk bergerak, dan daerah untuk melangkah lebih maju,” ujarnya.
Perayaan tahun ke-62 Bumi Anoa dikemas lebih terintegrasi dan inklusif. Sekitar 6.000 peserta terlibat dalam 24 rangkaian kegiatan yang mencerminkan partisipasi aktif masyarakat Sultra.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Wakatobi. Lokasi kegiatan yang semula direncanakan digelar di wilayah tersebut dipindahkan ke Kendari karena alasan efisiensi anggaran.
Sebagai kompensasi, Pemerintah Provinsi Sultra mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan sektor pendidikan di Wakatobi, termasuk pembangunan sekolah dasar serta tambahan infrastruktur jalan.
“Sebagai bentuk penghargaan, kami mohon maaf atas kekecewaan yang ada. Ke depan, Wakatobi tetap mendapat kesempatan yang sama,” kata Andi.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pemerintah provinsi, 17 kabupaten/kota, hingga BUMN dan BUMD.
Ridwan Badallah berharap Harmoni Sultra 2026 memberi dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, perluasan peluang usaha, hingga penguatan daya saing daerah di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Dari panggung tersebut, bukan hanya acara yang digelar, tetapi juga upaya menggerakkan ekonomi, membangun kepercayaan, dan menyalakan harapan menuju masa depan yang lebih maju,” tutupnya.
Laporan : Ika Astuti




