BERITA TERKININASIONAL

Awas! Begini Tandanya Tubuh Sudah ‘Kecanduan’ Gula

×

Awas! Begini Tandanya Tubuh Sudah ‘Kecanduan’ Gula

Sebarkan artikel ini
Awas! Begini Tandanya Tubuh Sudah 'Kecanduan' Gula
Foto : Ist

LAJUR.CO, KENDARI – Keinginan menyantap makanan atau minuman manis secara terus-menerus sering kali dianggap sekadar kebiasaan ngemil biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal kuat bahwa seseorang telah mengalami kecanduan gula.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan beberapa gejala awal yang menandakan tubuh mulai terbiasa atau kecanduan asupan gula tinggi. Salah satunya adalah rasa tidak puas pascamakan utama jika belum menyantap hidangan manis.

“Misalnya kayak habis makan terus ngerasanya pengin makan manis lagi. Kalau enggak diturutin kayak masih ada yang kurang,” terang dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga :  PT VDNI Morosi Digugat Rp33,4 Miliar atas Dugaan Wanprestasi

Atau misalnya jadi seharian nggak mood, gitu. Itu sudah tanda-tanda kebiasaan makan gula lah intinya,” tambah dia.

Meski begitu, dr Yaze menegaskan memotong asupan gula secara mendadak bukanlah langkah yang bijak. Berhenti total secara tiba-tiba justru berpotensi memicu gangguan suasana hati (mood swing), dan rasa cemas berlebih karena tubuh kaget.

Baca Juga :  43 Pelajar Kendari Lolos Calon Paskibraka 2026, Mulai Karantina 4 Agustus

Trik Kurangi Gula Bertahap
Sebagai gantinya, dr Yaze merekomendasikan metode pengurangan kadar manis secara bertahap setiap harinya agar tubuh dapat beradaptasi secara alami.

“Kalau untuk menghilangkannya tiba-tiba, nanti mood-nya jadi enggak bagus seharian gara-gara enggak makan gula. Biasanya saya kasih tips itu tingkat kemanisannya dikurangi per hari, gitu. Jadi akhirnya si tubuhnya mulai kenal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tubuh manusia pada dasarnya memiliki respons adaptasi yang sangat baik terhadap asupan nutrisi yang masuk.

Baca Juga :  Prof. Ida Usman Raih Suara Tertinggi, Dr. Herman dan Prof. Takdir Saili Masuk Tiga Calon Rektor UHO

“Kalau misalnya kita kasih gula terlalu banyak, dia keenakan. Kita kurangi sedikit-sedikit, akhirnya dia (tubuh) mulai paham bahwa kebutuhan gula yang kemarin kebanyakan,” tutur dr Yaze.

Melalui proses pengurangan bertahap ini, ambang batas rasa puas (sugar craving target) pada otak akan menurun secara mandiri. Akhirnya, tubuh kembali terbiasa dengan kadar gula yang normal dan sehat.

“Kalau kita kurangi pelan-pelan, itu jadi terbiasa. Jadi, semangat buat kamu yang mengurangi gula,” bebernya. Adm

Sumber : Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *