LAJUR.CO, KENDARI – Warga Kompleks BTN Mekarindo Regency, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, dibuat kaget setelah hujan semalaman memicu banjir bercampur lumpur yang merendam permukiman mereka pada Sabtu malam (16/5/2026). Sedikitnya 70 rumah terdampak akibat air yang naik secara tiba-tiba hingga masuk ke dalam rumah warga.
Banjir merendam kawasan pemukiman adalah kali pertana menimpa kompleks perumahan tersebut. Padahal, sebelumnya BTN yang dihuni puluhan kepala keluarga itu relatif aman meski diguyur hujan berturut-turut selama beberapa hari.
Air mulai masuk ke area permukiman bahkan saat hujan belum genap satu jam turun. Kondisi baru surut sepenuhnya sekitar pukul 02.00 Wita.
“Waktu hujan minggu lalu lima hari berturut-turut kita masih aman, biar di jalan juga aman. Tapi tadi malam hujan belum sampai satu jam, air dan lumpur tiba-tiba naik,” ujar Camat Kadia, Hasman Dani, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (17/5/2026).
Menurut Hasman, selain dipicu intensitas hujan yang tinggi, banjir juga diduga diperparah oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di Kali Kadia.
Sampah tersebut ditengarai berasal dari wilayah Puuwatu dan kembali menumpuk di aliran sungai ketika hujan deras mengguyur. Padahal sebelumnya sudah dilakukan pembersihan pada Jumat lalu.
“Sampah yang dari Puuwatu menghambat aliran air di Kali Kadia. Dimana lokasi ini sudah dibersihkan Jumat lalu,” katanya.
Ia menegaskan perlunya keterlibatan pemerintah kelurahan untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.
“Harus ada keterlibatan lurah untuk menyampaikan ke warganya supaya tidak buang sampah di kali, khususnya daerah Puuwatu,” ungkapnya.
Akibat musibah banjir tersebut, warga harus berjibaku membersihkan rumah dari endapan lumpur yang terbawa arus. Hingga kini, masyarakat masih waspada terhadap potensi hujan susulan di wilayah Kota Kendari.
Laporan : Ika Astuti





