LAJUR.CO, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka (ASR) turut larut dalam kemeriahan Pawai Budaya Harmoni Sultra 2026 dengan berjoget lulo bersama para kepala daerah di kawasan Eks MTQ Kendari, Jumat (24/4/2026).
ASR tampak membentuk lingkaran lulo bersama Bupati Konawe Selatan (Konsel) Irham Kalenggo dan Bupati Kolaka Amri Djamaludin. Ketiganya bergandengan tangan, menghentakkan kaki mengikuti irama musik tradisional yang mengalun. Mereka berbaur dengan pengunjung menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah perayaan HUT ke-62 Sultra.
Di arena yang sama, pengunjung tak mau kalah ikut membentuk berjoget lulo membentuk lingkaran di sekitar stand pameran. Tari Lulo sendiri adalah tradisi khas masyarakat Suku Tolaki ini menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan persatuan masyarakat Sultra.

Tontonan tersebut melengkapi kemeriahan pawai budaya yang juga diramaikan atraksi terjun payung prajurit TNI Angkatan Udara. Dalam aksi tersebut, para penerjun melayang di langit Kota Kendari membentuk formasi khas yang memukau dan menjadi sorotan utama di udara.
Gawean tahunan masyarakat Sultra dihadiri para kepala daerah se-Sultra. Mereka tampil dengan kostum tenun khas daerah menyaksikan langsung kemeriahan pawai budaya sebagai pembuka Harmoni Sultra.
Sementara itu, sepanjang rute pawai di kawasan Eks MTQ Kendari, peserta dari 17 kabupaten/kota se-Sultra menampilkan busana unik yang mencerminkan kearifan lokal masing-masing daerah.
Beragam kostum dengan padu padan kain tenun khas tampil mencolok, bahkan sebagian peserta hadir dengan konsep warna-warni yang memukau dan atraktif.
Berbagai elemen turut ambil bagian dalam pawai tersebut, mulai dari TNI, Polri, PKK, Dekranasda, pelajar SMA/SMK, hingga kelompok marching band yang menambah semarak suasana.
Sorotan lain tertuju pada penampilan prajurit TNI Angkatan Darat yang menghadirkan aksi drum band (pramoto), yang sukses memancing tepuk tangan penonton di sepanjang jalur pawai.
Kawasan Eks MTQ Kendari dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung seluruh rangkaian atraksi, sekaligus mengabadikan momen yang berlangsung meriah dan penuh warna.
Tak sekadar hiburan, Pawai Budaya Harmoni Sultra 2026 menjadi ruang edukasi dan penguatan identitas daerah. Di tengah arus modernisasi, momentum HUT ke-62 Sultra diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Laporan: Ika Astuti




